NO ES KRIM, NO HUJAN-HUJANAN, NO PS…..

Banyak pantangan dan larangan yang dibikin oleh para orang tua. Padahal, belum tentu pantangan itu benar secara medis.

Menurut dokter spesialis anak, dr. Adi Tagor, Sp.A, DPH dari RS Pondok Indah Jakarta, budaya masyarakat kita memang masih budaya lisan. "Masih lebih suka ngomongin isu, percaya mitos yang turun temurun tanpa dasar yang jelas, ketimbang membaca." Contoh mitos yang salah adalah bayi harus dibedong agar kakinya tidak bengkok. Atau jangan di-rontgen, karena biasa menyebabkan kanker.

"Memang susah mengubah media folklore atau takhayul tentang pengetahuan kesehatan ini. Misalnya, rontgen memang bahaya dulu zaman Perang Dunia, soalnya alat rontgen masih kasar. Jumlah unit sinar yang dilepaskan terlalu besar, sehingga banyak dokter dan pasien yang terkena leukimia, kanker. Sekarang sudah sangat canggih, CT Scan, MRI sehingga unit yang dilepaskan kecil sekali. Dalam penelitian, tak pernah ada penderita kanker akibat itu. "
Faiz3 
Tapi, ada juga beberapa yang betul. Misalnya saat diare, hindari serat. "Ini common sense biasa dan memang benar. Kalau lagi mencret, ya jangan dikasih serat tumbuhan. Serat, kan, untuk yang BAB-nya mampet, kalau yang mencret diberi serat, ya tambah mencret."

Melarang atau memantang anak untuk makan, minum atau melakukan suatu kegiatan, bergantung pada beberapa faktor. "Yang penting adalah keadaan kesehatan anak. Pada keadaan tertentu, memang dianjurkan untuk menghindarkan makan, minum atau melakukan kegiatan tertentu," ujarnya. Contohnya, pada saat anak flu. Tentu, tunda keinginan untuk berenang. "Meski ada pula yang malah bilang, berenang saja supaya sembuh," lanjut Adi.

KENALKAN SEMUA ZAT
Sampai usia balita, anak masih bereaksi berlebihan terhadap zat-zat di sekitarnya, baik yang berupa makhluk hidup, seperti virus, kutu rumah, maupun benda-benda lain seperti debu, pewangi ruangan, cat dan sebagainya. Reaksi berlebihan inilah yang disebut alergi.
Oleh karena hidung dan tenggorok merupakan pintu masuk benda sekitar ke dalam badan, maka di daerah itulah biasanya alergi muncul lebih dulu. Terlebih lagi pada anak yang mempunyai gen atau garis keturunan alergi berat. Misalnya eksim, asma, migren.

"Pada anak yang begitu, lebih hebat lagi reaksinya. Sifat alergi adalah periodik, berkala, dan ada saat dimana ia terserang (allergy attack), jadi ada pemicunya (trigger)."
Dasar larangan atau pantangan adalah untuk menghindarkan pemicu sementara tersebut. Misalnya jika anak sedang terserang pilek alergi yang berat disertai infeksi, sebaiknya jangan dulu diberi makanan yang memperberat alergi seperti ikan laut, telur, cokelat. "Tapi itu hanya sementara. Kalau serangannya sudah lewat, jangan terlalu lama memantang, karena malah akan mengganggu selera dan masukan protein." Pada anak yang sedang tumbuh, pada dasarnya memang alergi karena belum pernah berkenalan dengan zat-zat yang ada di alam ini.

Menurut Adi, anak seharusnya dikenalkan kepada semua zat yang ada di alam. "Tentu saja zat yang tidak berbahaya. Badan manusia itu, kan, seperti komputer. Jadi, biarkan anak mengenal semua zat itu, jangan takut terpapar (terekspos) benda-benda di dalam ini, sepanjang kita tahu itu tak berbahaya. Tapi jangan anak sakit dibawa ke mal, berkumpul dengan banyak orang. Sudah pasti kuman juga berkumpul. Atau anak digendong di mal berjam-jam, sehingga over-exposed benda-benda yang baru dikenal."

Intinya, pantangan boleh-boleh saja asal tepat, supaya proses penyembuhan, jika kondisi anak sedang tak bagus, tidak lama. "Terkadang don’t-nya benar, tapi berlebihan. Orang tua over protektif, misalnya. Anak dijadikan seperti benda antik, tak pernah dibawa keluar. Sayang juga, karena ia akhirnya tidak terpapar secara alamiah." Pantangan yang tepat akan mencegah hal-hal ringan menjadi berat. Apa saja pantangan yang biasa diberikan orang tua?

ENGGAK BOLEH MAKAN ES KRIM
Pantangan ini benar bagi anak yang alergi dingin. Pemicu alergi ada bermacam-macam. Ada yang udara/benda dingin, atau sebaliknya. Ada juga yang dipicu debu, bulu binatang, dan sebagainya. Pada kasus anak sedang pilek batuk karena alergi dingin, ya hindarkan es krim. "Es krimnya sendiri sebetulnya bagus dan bermanfaat. Selain enak, banyak susu dan proteinnya, juga segar, apalagi untuk iklim di daerah tropis." Kalau anak sehat, tidak apa-apa asal jangan kebanyakan. Pada saat serangan, dianjurkan stop dulu 2-3 hari. Es krim cokelat, cokelatnya sebaiknya dihindari karena memicu alergi pada anak yang alergi cokelat.

ENGGAK BOLEH MAKAN MI INSTAN
Untuk anak-anak yang alergi, memang tidak begitu bagus, karena sekarang kebanyakan sudah dicampur dengan MSG. "Sebaiknya bikin sendiri dari mi yang tidak dicampur MSG, lalu gunakan kuah daging." Untuk anak yang sehat enggak apa-apa. "Soal banyak-sedikitnya, kan, dalil umum. Apa-apa kalau kebanyakan, kan, enggak baik juga.

ENGGAK OLEH MAKAN PERMEN
Makan permen sebetulnya tidak apa-apa, asal anak diajarkan berkumur atau menggosok gigi setelah makan permen, karena gula yang terkandung bisa merusak gigi. Yang penting, jangan terlalu banyak. Sekarang ada permen yang tidak merusak gigi dan tidak memicu batuk. "Lebih baik begitu ketimbang melarang anak makan permen. Melarang, kan, enggak mungkin."

Atau pilih permen yang tidak terlalu banyak mengandung gula. "Tapi agak susah karena umumnya gulanya itu yag disukai anak-anak."

ENGGAK BOLEH BERENANG
"Berenang pun sama, asal jangan terlalu lama, enggak apa-apa. Paling setengah atau sejam. Banyak orang tua yang melarang anak berenang, padahal alasannya enggak jelas. "Enggak boleh berenang, soalnya kalau habis berenang, anak saya pasti sakit. Ini enggak benar juga, berenang itu, kan, bagus. Yang penting adalah bagaimana setelah berenang."

Dalil umum tetap berlaku, jangan terlalu lama atau jangan berenang di udara yang sangat dingin. "Kalau sampai lima jam berenang, ya anak pasti akan biru. Berenang di udara yang sangat dingin juga sama saja mandi di rumah di bathtub dikasih es."

ENGGAK BOLEH HUJAN-HUJANAN
Hujan-hujanan justru sangat positif karena anak mendapatkan pengalaman hidup di alam terbuka (general outbond life). "Anak yang tinggal di perkotaan sangat kering dengan pengalaman yang bersentuhan dengan alam.

Enggak pernah merasakan pengalaman betul-betul di alam. Hujan itu, kan, alamiah sekali. "
Jadi, tidak apa-apa anak mandi hujan asal orang tua tahu mengatasinya. "Setengah jam saja hujan-hujanan, setelah itu segera mandi, keringkan tubuh, dan gosok tubuh anak dengan kayu putih. Biarkan anak merasakan itu." Atau sebelum hujan-hujanan, olesi tubuh anak dengan kayu putih, minum susu, baru hujan-hujanan." Kecuali, memang ada beberapa jenis hujan yang berbahaya, misalnya hujan asam (acid rain), biasanya di daerah dekat cerobong asap pabrik dan hujan yang disertai petir.

ENGGAK BOLEH MAIN PS
PS bisa merusak mata. Penelitian di Jepang membuktikan bahwa main PS sampai berjam-jam, biasa berdampak buruk. Pasalnya, gelombang yang keluar dari layar teve atau PS, intensitasnya sangat padat. Apalagi, sekarang resolusinya sangat tajam. Sinar yang keluar lebih ofensif. "Boleh main tapi jangan kelamaan. Teve, kan, banyak membawa edukasi, PS juga. Soal bahasa, motorik, koordinasi, audiovisual. Cuma jangan game yang berisi kekerasan. Message-nya juga jangan yang destruktif. Harus imbang antara psikis dan fisik," saran Adi.
(t.nova)

Comments are closed.