Archive for March, 2005

Nasi Briyani

Wednesday, March 30th, 2005


KLIK - DetailBahan:
400 gr daging kambing, potong-potong 2 x 4 cm
600 gr beras
500 ml air
1 sdt garam
200 ml susu cair
8 sdm minyak samin
600 ml air kaldu
1/4 sdt biji pala
3 cm kayumanis
3 btr cengkeh
2 btr kapulaga
2 btg serai, memarkan

Haluskan:
8 bh bawang merah
4 siung bawang putih
1 1/2 sdm ketumbar
1/2 sdm lada
1 sdt jintan
1/4 sdt adas
2 cm jahe
2 cm kunyit
2 bh tomat
1 sdm garam

Pelengkap:
100 gr kacang mete goreng
100 gr kismis
100 gr kacang polong rebus
3 sdm bawang goreng

Cara membuat:
1. Didihkan air dalam dandang, kukus beras hingga setengah matang.
2. Didihkan air, garam, dan susu, masukkan beras kukus dan 3 sdm minyak samin, masak di atas api kecil sambil diaduk hingga air meresap, angkat.
3. Panaskan minyak samin, tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum. Masukkan daging, pala, kayumanis, cengkeh, kapulaga, dan serai. Tuang air kaldu, masak sampai air mengering dan daging empuk, angkat.
4. Campur tumisan daging dengan adonan beras, aduk rata, kukus sampai matang selama 45 menit, angkat.
5. Hidangkan nasi briyani dengan kacang mete, kismis, bawang goreng, dan kacang polong.

Untuk 8 orang

RUMAH PUN BISA JADI SARANG BAHAYA BUAT ANAK, LHO!

Wednesday, March 30th, 2005

Orang tua mana yang tak berniat melindungi anaknya. Apapun akan dilakukan untuk melindungi buah hatinya agar tak cedera, terluka, atau terancam bahaya. Namun, seringkali orang tua melakukan penjagaan maksimal hanya ketika membawa anak keluar rumah. Mereka seringkali lupa, di dalam rumah pun bahaya bisa mengintai anak. Nah, agar anak tetap aman bermain dan beraktivitas di dalam rumah, beberapa hal berikut sebaiknya Anda simak.

KLIK - DetailSEMUA RUANGAN
1. Untuk mencegah serangan asma, pastikan ruangan dan peralatan Anda bebas dari debu dan serangga, seperti kecoa. Bersihkan selalu tempat tidur si kecil. Jika Anda memiliki binatang peliharaan, jauhkan dari perabotan.

2. Jika Anda merokok, jauhkan asap rokok dari rumah dan sekitar anak-anak.

3. Beri pagar pembatas serta pintu pada tangga naik ke loteng (atau area berbahaya lainnya), dan kancing pengaman untuk lemari dan kabinet Anda.

4. Jauhkan anak-anak dan perabotan yang dapat dinaiki dari jendela.

5. Untuk mencegah jatuh, jaga anak tangga dari licin. Gunakan keset yang tidak licin.

6. Simpan larutan pembersih lantai, pestisida, dan cairan berbahaya lainnya dari jangkauan anak-anak. Periksa selalu tutupnya agar cairan itu tidak tumpah dan mengenai badan anak-anak.

7. Letakkan korek api, di mana si balita Anda tidak mudah menemukannya.

8. Gunakan penutup stok kontak listrik untuk menjaga jari anak masuk ke dalamnya.

9. Cek selalu teve dan peralatan komputer Anda. Teve dan komputer yang tak bekerja dengan baik dapat mengakibatkan kebakaran, jadi sebaiknya Anda selalu mengeceknya.

10. Pastikan kabel listrik dalam kondisi bagus, tidak patah ataupun berjumbai. Pastikan juga mereka selalu berada di luar terminal kabel bila tak digunakan. Jangan tempatkan kabel di bawah karpet atau keset atau perabotan lainnya.

11. Cek terminal kabel Anda, jangan sampai terlalu banyak beban. Gunakan terminal sesekali saja, jangan gunakan untuk menyambung peralatan rumah yang permanen.

12. Pastikan colokan Anda terpasang dengan benar pada outlet listrik. Jangan gunakan colokan yang bukan pasangannya, karena bisa memicu arus pendek.

13. Jangan tempatkan stop kontak di tempat yang bisa berkontak dengan air. Jika karena sesuatu hal, stop kontak sampai terlepas dan jatuh ke air, jangan coba-coba meraihnya. Matikan aliran listrik dahulu, baru kemudian cabut colokannya. Jika Anda mempunyai peralatan listrik yang basah, jangan gunakan itu hingga akan itu sudah dicek oleh ahlinya.

14. Lampu halogen lebih tinggi temperaturnya dibandingkan lampu biasa. Jadi, jangan gunakan lampu halogen bersentuhan dengan pakaian atau peralatan yang mudah terbakar lainnya.

15. Pastikan Anda mematikan lampu kala keluar rumah dalam waktu lama. Jangan gunakan lampu demikian dalam kamar anak atau kamar bermainnya.

DAPUR & RUANG MAKAN

1. Jauhkan pisau, korek api, atau benda-benda tajam lainnya dari jangkauan anak.

2. Untuk menjaga anak dari tumpahan kuah panas masakan, jaga kompor dan panci masakan. Setelah memasak, jangan biarkan panci masakan diletakkan di atas kompor. Kalaupun diletakkan di atas kompor, balikkan pegangan panci ke belakang kompor sehingga jauh dari jangkauan anak.

3. Kenakan lengan baju yang ketat kala memasak. Lengan baju yang berumbai dapat tersulut api.

4. Pastikan peralatan kabel tidak terpasang di stop kontak dan taruh aneka kabel pada tempatnya.

5. Jangan lupa, ikatkan sabuk pengaman pada kursi tinggi bayi Anda, ayunan, atau produk lainnya.

6. Jika terdapat kabel listrik yang terkelupas, terjadi kerusakan sirkuit, atau menimbulkan aliran listrik, segera lepaskan kabel dan perbaiki, atau disingkirkan.

7. Jangan beri balita Anda makanan keras yang dapat menyumbat tenggorokannya, seperti kacang, popcorn, permen, dan sebagainya.

8. Untuk menghindari luka terkena air panas, jauhkan anak-anak dari tombol air panas pada dispenser.

9. Perbaiki peralatan listrik yang tidak bekerja dengan baik dan amankan kabelnya dari jangkauan anak-anak.

10. Jangan terlalu banyak membebani outlet kabel listrik untuk menghindari kebakaran.

11. Ingat, kombinasi air dan peralatan listrik dapat menimbulkan aliran listrik. Jadi, sebaiknya selalu keringkan tangan Anda sebelum memegang peralatan listrik dan jangan berdiri di atas air. Jika sebuah peralatan listrik basah, segera perbaiki.

12. Pastikan kompor, pemanas, serta peralatan gas selalu dicek secara teratur.

GUDANG
1. Jangan simpan gas dan bahan bakar lainnya di dekat panas, lampu, nyala api, ataupun area rokok.

2. Singkirkan sampah segera. Jangan simpan sampah dekat perapian.

3. Jangan gunakan mesin pemotong rumput elektrik dan peralatan lainnya di bawah hujan atau kondisi basah. Pastikan peralatan dalam kondisi baik. Jika rusak, segera diperbaiki atau jangan digunakan. Pastikan untuk mematikan aliran listriknya jika alat tersebut tidak digunakan.

DI KAMAR MANDI
1. Untuk mencegah keracunan, kunci semua lemari obat dan vitamin.

2. Jangan pernah meninggalkan balita Anda di kamar mandi, khususnya dalam bak.

3. Sebelum memandikan bayi Anda, tes lebih dulu temperatur air dengan tangan atau siku. Ini untuk memastikan apakah air tersebut terlalu panas atau tidak.

4. Jika Anda menggunakan pemanas air, atur pemanas air sesuai dengan kebutuhan si kecil untuk mencegah luka akibat air mendidih.

5. Pastikan permukaan lantai kamar mandi ataupun bathtub Anda tidak licin.

6. Simpan peralatan listrik Anda, seperti hair dryer dan pengeriting rambut, di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak dan air.

DI LUAR RUMAH DAN KOLAM RENANG
1. Kunci semua jendela dan pintu. Jaga kunci dari jangkauan anak-anak. Kalau perlu, pasang alat agar pintu dapat menutup secara otomatis.

2. Jangan tempatkan kursi, meja, dan barang lainnya dekat pagar. Anak–anak dapat menggunakan perabotan ini untuk memanjat.

3. Kuras kolam renang kala tak digunakan. Anak kecil bisa tenggelam walau airnya cuma 2 inci tingginya sekalipun.

4. Jangan izinkan anak-anak bermain dekat kolam renang. Singkirkan semua mainan yang dapat dijangkau anak dari area tersebut.

5. Jangan menggunakan telepon kala anak sedang di dalam kolam. Selain itu, jangan biarkan si kecil berenang sendirian. Harus selalu ada orang dewasa yang dapat berenang mendampingi kala si kecil berenang.

6. Kalau perlu, tempatkan seseorang untuk mengawasi atau jadi penjaga kala si kecil berenang.

7. Jangan pernah menugaskan anak kecil untuk menjaga anak kecil lainnya.

8. Cegah anak mencemplung, mendorong, ataupun melompat ke kolam renang di atas orang lain, karena pandangannya bisa terhalang yang memungkinkan tenggelam atau kecelakaan serius.

9. Waspadai binatang peliharaan yang dapat mendorong anak kecil ke kolam.

10. Buang semua mainan yang membuat anak mendatangi area kolam.

11. Simpan semua bahan kimia pembersih kolam di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

DI KAMAR TIDUR
1. Pasang alarm asap di luar kamar dan pada setiap lantai rumah kalau perlu. Lakukan pengetesan atas alarm tersebut setiap bulannya.

2. Beritahu si kecil rute keluar dari rumah jika terjadi kebakaran atau alarm asap berbunyi.

3. Jangan tinggalkan bayi Anda tidur sendirian dengan beralaskan bantal atau selimut lembut di bawahnya. Ditakutkan, jika dia berbalik tidur tengkurap, hidungnya akan tertutup bantal atau selimut tersebut, sehingga tak bisa bernapas dan terjadi SID (sudden infant death).

4. Gunakan keranjang bayi yang telah melalui standar keamanan dan diberi alas yang nyaman.

5. Jangan gunakan selimut listrik di tempat tidur untuk si balita atau bayi Anda.

6. Jauhkan mainan, balon, atau bola yang berukuran lebih kecil dari jangkauan bayi.

7. Cek label usia yang sesuai untuk setiap mainan yang Anda beli untuk si kecil. Selain itu, pilih mainan yang menggunakan cat dan bahan yang aman buat si kecil. Pastikan mainan yang Anda tempatkan di kamar anak mempunyai penutup keamanan.

Lampion Ulir

Wednesday, March 30th, 2005

 

KLIK - Detail
BAHAN DAN ALAT:
Kertas/karton Art Duco warna, tali senar, mote, gelas plastik, lampu, kabel listrik, gunting, jangka, penggaris, cutter serta lem.

Lampion Persegi:
1. Buat lubang dengan jarum di tiap sudut karton persegi.
2. Masukkan senar melalui lubang tadi, lalu buat simpul di bagian bawah. Tambahkan mote sebagai pemanis. Buat jarak antar simpul di bagian atas dan bawah. Kerjakan hal yang sama dengan sudut lainnya.
3. Pasang juga tali di bagian tengah sebagai penggantung.
4. Pasang gelas plastik panjang sebagai rumah lampu.

Lampion Bulat:
1. Saat memotong garis mengikuti pola perhatikan agar tidak sampai putus garis lingkarnya seperti obat nyamuk.
2. Buat sebanyak 3 kali yang nantinya di tumpuk menjadi satu.
3. Pasang tali di bagian tengah dari bagian bawah ke arah atas melalui lubang yang dibuat di bagian atas dan bawah karton (lihat gambar).

KLIK - Detail KLIK - Detail


DASAR PEMBUATAN:
1. Ambil 2 lembar karton lalu rekatkan keduanya pada permukaan putih (yang berwarna di bagian luar). Rekatkan hanya di bagian keliling karton.
2. Buat pola di atas permukaan karton.

KLIK - DetailGaris lingkar digunting tanpa terputus KLIK - DetailGunakan jarum untuk tali senar
Garis kotak di cutter

Kreasi: Indah Permatasari

CARA TEPAT MENGURANGI LEMAK

Wednesday, March 30th, 2005

CARA TEPAT MENGURANGI LEMAK
1. Jika membeli daging sapi, kambing, atau ayam, pilih yang bersih dari lemak. Anda bisa minta si penjual untuk menolong membuang membersihkan semua lemak.

KLIK - Detail 2. Olah daging dan ayam dengan cara dipanggang sehingga lemak-lemaknya "turun" saat dipanggang.

3. Selama Anda tidak memakan kulit (ayam/kalkun/bebek), berarti Anda tidak memakan lemak secara berlebihan.

4. Kulit ayam berfungsi sebagai pembungkus dan menjadikan daging di dalamnya lembut dan segar. Berilah bumbu di antara daging dan kulit yang akan dipanggang, terutama pada ayam atau kalkun. Ini akan menambah rasa lezat. Pakai bumbu yang kering atau bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan kemudian oleskan di ayam, kalkun, ikan, atau daging. jangan takut berksperimen dengan aneka bumbu dan sedapat mungkin tanpa garam.

KLIK - Detail 5. Ikan merupakan pilihan terbaik dibanding semua jenis daging karena kandungan lemaknya rendah. Ikan yang paling tinggi lemaknya seperti makarel, salmon, dan tuna , tetap jadi pilihan yang baik karena mengandung Omega 3 yang terbukti amat baik untuk kesehatan tubuh.

6. Keringkan daging atau ayam tanpa minyak sehingga bebas lemak. Biasakan untuk mengeringkan terlebih dahulu sebelum dimasak agar rasanya tidak hilang. Biasakan pula untuk menggunakan bumbu segar.

7. Biasakan mengukus bahan makanan terlebih dulu. Untuk menambah rasa saat diolah, beri margarin. Sayuran yang dikukus juga akan terasa lebih lezat.

KLIK - Detail 8. Gunakan microwave untuk menghasilkan makanan yang bebas lemak, tanpa minyak, dan nikmat. Bahkan memasaknya pun lebih cepat sehingga Anda bisa menghemat waktu.

9. Buat persediaan kaldu ayam kemudian simpan di lemari es selama semalam. Esok harinya, lemak-lemak akan mengental di atas. Nah, ambil sendok, buang lemak tersebut. Sewaktu-waktu Anda membutuhkan untuk membuat sup, tinggal panaskan kaldu yang sudah bebas lemak tadi.

10. Jika membuat saus kaldu daging, periksa dulu apakah daging sudah bersih dari lemak.

MEMANGKAS WAKTU DI DAPUR

KLIK - Detail 1. Untuk mengupas bawang putih dalam jumlah banyak dengan cepat, masukkan bawang putih ke dalam air panas selama 1­2 menit, angkat, dan pindahkan ke saringan untuk kemudian dibersihkan di bawah keran air sehingga semua kulit terlepas.

KLIK - Detail 2. Untuk memudahkan mengupas kulit tomat, sebaiknya masukan tomat ke dalam air mendidih selama 15­20 detik terlebih dahulu. Kemudian angkat, tarik kulitnya.

KLIK - Detail 3. Iris sayuran/buah terlebih dulu sebelum memotong daging/ayam dan lainnya. Dengan cara ini, Anda tak perlu mencuci talenan di tengah-tengah kesibukan memasak.

4. Untuk memudahkan mengupas kulit tomat, sebaiknya masukan tomat ke dalam air mendidih selama 15­20 detik terlebih dahulu. Kemudian angkat, tarik kulitnya.

KLIK - Detail 5. Saat mencuci sayuran seperti seledri, selada, bayam, dan lainnya, pegang ujung ikatan dan masukkan ke panci yang telah diisi air dingin. Kocok-kocok beberapa saat, keringkan dengan lap/tisu dapur yang bersih.

KLIK - Detail 6. Harus mengupas jahe segar? Sendok ternyata bekerja lebih baik dibanding pisau. Kerok jahe dengan sendok. Anda pun dapat memotongnya lebih cepat dengan menggunakan alat pengepres bawang putih. Agar jahe gampang diparut, simpan dalam lemari es.

KLIK - Detail 7. Untuk menghilangkan biji timun dengan cepat, potong timun memanjang menjadi dua bagian, lalu kerok bijinya dengan sendok kecil.

Bambu Tampil Cantik

Wednesday, March 30th, 2005



KLIK - Detail Tatanan ruang baru memasuki tahun yang baru tentu memerlukan pernik unik. Bambu yang jarang digunakan sebagai aksesori ruang, dapat Anda buat sendiri sebagai wadah lilin nan cantik.

BAHAN DAN ALAT:
Bambu batang, cat kayu aneka warna, melamiks, kuas, selotip, gergaji, serta ampelas.

PEMBUATAN AWAL:
Potong bambu sesuai ruas. Ukuran tingginya sesuai keinginan. Misalnya membuat 1 set sebanyak 3 buah, bedakan beberapa sentimeter.
* Ampelas seluruh permukaan termasuk bekas potongan gergaji. Kenakan sarung tangan karet.
*l Bambu siap dikerjakan.
KLIK - Detail
Gaya Pop:
1. Warnai bambu dengan cat warna terang dan meriah. Biarkan mengering.
2. Ambil warna lain lalu percikan dengan kuas kecil ke atas bambu tersebut.
3. Lakukan dengan bambu lainnya sehingga satu set wadah berlainan warna. Letakkan di baki dan hias dengan bunga-bungaan.

KLIK - DetailGaya Etnik:
1. Ambil satu batang bambu, lalu rekatkan potongan selotip ukuran panjang 2-3 cm dengan letak yang berantakan.
2. Cat melamiks seluruh permukaan dan biarkan mengering.
3. Lepaskan selotip satu per satu sehingga warna asli bambu akan keluar.

PERLUKAH ANAK TIDUR SIANG?

Wednesday, March 30th, 2005

Ternyata, tidur siang banyak manfaatnya. Selain baik secara fisik, tidur siang juga bisa meningkatkan kedekatan anak dan orang tua.

Kebutuhan tidur masing-masing anak berbeda. "Pola tidur anak ditentukan oleh banyak faktor, mulai faktor bawaan, faktor aktivitas anak saat itu, minat, temperamen, dan sebagainya," ujar Fabiola P. Harlimsyah, M.Psi. dari Sanatorium Dharmawangsa.

Faiz13  Secara garis besar, bayi baru lahir menghabiskan 70 persen waktunya untuk tidur. Ia bangun hanya untuk makan. Kenapa bayi atau anak butuh banyak tidur? Karena di usia ini, mereka sedang membangun fisik dan mentalnya. Di usia setahun, anak mulai bisa tidur malam sampai pagi enggak bangun. "Di usia ini juga mulai ada tidur siang (naps) sampai dua kali," jelas Feiby, panggilan Fabiola. Menginjak usia 2 tahun, anak hanya butuh waktu istirahat 1 atau dua kali, sampai usia sekolah. "Nah, di usia sekolah, anak butuh 12 jam untuk tidur."

Bagaimana dengan tidur siang? Perlukah bagi anak? "Tergantung kebutuhan masing-masing anak. Ada anak yang tidur siang tapi hanya sebentar, ada pula yang tidur siangnya lama. Namun, secara umum, tidur siang memiliki fungsi yang besar, kok," ujar Feiby.

BANYAK MANFAAT

Dari sisi fisik, tidur siang akan memberi kesempatan tubuh untuk mendapat energi baru yang penting untuk perkembangan. Apalagi untuk anak-anak balita yang sedang dalam masa pertumbuhan. "Mereka sedang banyak bergerak dan butuh banyak energi. Dan itu bisa diisi saat anak tidur," lanjut Feiby. Sementara dari sisi psikologis, tidur siang memungkinkan orang tua punya waktu untuk berbagi dengan anak, termasuk mengajarkan cara mengelola waktu. "Ini arahnya nanti ke soal disiplin atau aturan, dengan menunjukkan waktu untuk istirahat."

Bagaimana kalau anak tidak tidur siang? "Secara fisik tentu akan lebih lemah, karena tubuh anak sedang butuh asupan energi, yang bisa diperoleh lewat tidur siang." Selain itu, kalau anak tidak tidur siang, orang tua tentu harus memberikan sesuatu kepada anak untuk mengisi waktu. "Kalau nggak, apa yang akan dilakukan? Padahal, kalau sedang dalam kondisi capek, anak biasanya malah akan rewel," jelas Feiby.

Bagaimana kalau tidur siang diganti dengan tidur malam yang diperpanjang? "Kadang-kadang malah keterbalikan, kalau tidur siangnya kebanyakan, tidur malamnya yang jadi telat," ujar Feiby. Atau kalau anak tidak tidur siang, tidur malamnya yang kesorean. "Harusnya belum tidur, tapi sore-sore sudah tidur. Akibatnya, keesokan paginya anak rewel, karena pola tidurnya berubah. Jadi, sebaiknya memang disesuaikan dan konsisten. Jangan hari ini tidur siang, besok enggak."

Perubahan-perubahan pola tidur ini juga memiliki dampak yang kurang baik bagi perkembangan anak. Anak jadi tidak belajar mengelola waktunya secara konsisten. ‘Oh sekarang waktunya untuk ini, waktunya untuk itu.’ Kalau tak ada aturan seperti itu, maka kegiatan lain pun akan terganggu. "Arahnya adalah mengajarkan disiplin. Kalau kita sudah bisa mengajarkan dan menerapkan aturan secara konsisten, ke depannya anak akan lebih disiplin terhadap waktu, terhadap aturan, dan sebagainya," lanjut Feiby.

BICARAKAN BERSAMA
Semakin dewasa, kebutuhan tidur anak juga akan makin berkurang. "Sampai kapan anak harus tidur siang, tidak bisa ditentukan, tergantung masing-masing anak. Belum lagi soal kebiasaan. Ada kan, dengan menunjukkan waktu untuk istirahat."

Bagaimana kalau anak tidak tidur siang? "Secara fisik tentu akan lebih lemah, karena tubuh anak sedang butuh asupan energi, yang bisa diperoleh lewat tidur siang." Selain itu, kalau anak tidak tidur siang, orang tua tentu harus memberikan sesuatu kepada anak untuk mengisi waktu. "Kalau nggak, apa yang akan dilakukan? Padahal, kalau sedang dalam kondisi capek, anak biasanya malah akan rewel," jelas Feiby.

Bagaimana kalau tidur siang diganti dengan tidur malam yang diperpanjang? "Kadang-kadang malah keterbalikan, kalau tidur siangnya kebanyakan, tidur malamnya yang jadi telat," ujar Feiby. Atau kalau anak tidak tidur siang, tidur malamnya yang kesorean. "Harusnya belum tidur, tapi sore-sore sudah tidur. Akibatnya, keesokan paginya anak rewel, karena pola tidurnya berubah. Jadi, sebaiknya memang disesuaikan dan konsisten. Jangan hari ini tidur siang, besok enggak."

Perubahan-perubahan pola tidur ini juga memiliki dampak yang kurang baik bagi perkembangan anak. Anak jadi tidak belajar mengelola waktunya secara konsisten. ‘Oh sekarang waktunya untuk ini, waktunya untuk itu.’ Kalau tak ada aturan seperti itu, maka kegiatan lain pun akan terganggu. "Arahnya adalah mengajarkan disiplin. Kalau kita sudah bisa mengajarkan dan menerapkan aturan secara konsisten, ke depannya anak akan lebih disiplin terhadap waktu, terhadap aturan, dan sebagainya," lanjut Feiby.

BICARAKAN BERSAMA

Semakin dewasa, kebutuhan tidur anak juga akan makin berkurang. "Sampai kapan anak harus tidur siang, tidak bisa ditentukan, tergantung masing-masing anak. Belum lagi soal kebiasaan. Ada kan, orang yang kalau enggak tidur siang, rasanya lemas," ujar Feiby seraya melanjutkan bahwa tidak ada patokan berapa kebutuhan anak untuk tidur siang. "Orang tualah yang harus memerhatikan kebutuhan tidur anak, dan setelah itu mengatur waktunya. Kalau memang anak sudah nggak perlu tidur, ya jangan dipaksa."

Cara paling jitu untuk mengetahui kebutuhan tidur anak adalah dengan melakukan observasi. "Misalnya, anak tidur siang sekian jam, setelah itu dilihat apakah tingkah lakunya jadi lebih baik atau malah lebih rewel," ujar Feiby. "Memang harus sabar. Sementara sekarang orang tua biasanya cuma ngasih jadwal ke baby sitter dan anak mengikuti saja jadwal itu, tanpa hak suara."

Feiby menyarankan orang tua agar membicarakan jadwal tidur dengan anak. "Tentu kalau anak sudah agak besar. Misalnya usia pra sekolah. Lihat juga, kalau misalnya setengah jam tidur kok kayaknya belum cukup, tambahkan waktu untuk tidur. ‘Masih capek ya? Ditambah lagi ya?’ Dialog itu harus terus dilakukan, meski hanya untuk menentukan jadwal tidur siang," saran Feiby.

Manusia pada dasarnya berkembang, begitu pula anak. "Yang tadinya tidak ada, kemudian jadi ada." Misalnya, tadinya kebutuhan main anak hanya di rumah, setelah beranjak lebih besar, ia butuh bermain dengan teman sekolahnya. Berarti, lanjut Feiby, "Kebutuhan untuk bermainnya ditambah, sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Ini kan, nggak mungkin hanya dilakukan satu arah. Anak juga punya hak suara, termasuk dalam menentukan jam tidur siangnya."

TEMANI ANAK
Seringkali anak tidak mau tidur siang dengan berbagai alasan. "Bisa jadi memang fisiknya belum capek. Berarti aktivitas pagi harinya harus diperhatikan. Mungkin kurang banyak. Jika ini yang terjadi, orang tua bisa mengisi dengan aktivitas yang bermanfaat," jelas Feiby. Pagi hari, berikan aktivitas yang tidak membuat bikin capek. Bisa berenang atau bersepeda keliling kompleks menjelang tidur siang.

Selain itu, orangtua bisa memasukkan banyak hal dalam kaitan dengan tidur siang. Misalnya, setelah anak capek beraktivitas dan sudah masuk waktu tidur siang, tanyakan, ‘Capek ya? Berarti tubuh kita butuh istirahat.’ Setelah bangun tidur tidur, tanyakan pada anak apa yang ia alami. ‘Nah, sekarang apa yang kamu rasakan? Segar, kan?’ "Masukkan pemahaman bahwa tidur siang itu penting, jadi jangan dianggurin saja. Banyak sekali hal-hal yang bisa dimasukkan."
Faiz1 
Ada juga anak yang tidak mau tidur siang karena mikir, ‘Kalau aku tidur, Mama ngapain ya? Jangan-jangan entar aku ditinggal pergi? Atau anak takut berpisah, karena mungkin pernah kejadian, ketika bangun tidur, sang ibu sedang pergi. "Kalau begitu, katakan, ‘Oke, selama kamu tidur, Mama juga akan istirahat.’ Misalnya dengan membaca buku atau nonton teve. Tapi ini harus konsisten."

Orang tua bisa memberi anak reward jika setelah anak tidur siang. "Tapi tentu harus dicari yang tidak terlalu besar nilainya, karena tidur siang, kan, setiap hari. Jadi, jangan sampai membebani orang tua," saran Feiby. "Bisa dengan stiker. Setelah seminggu, stiker bisa ditukar dengan mainan, misalnya."

Feiby menekankan agar orang tua berusaha menemani anak sebelum tidur, baik tidur siang maupun tidur pada malam hari. "Anak butuh mengakhiri hari-harinya dengan nyaman, dengan pelukan dari orang tua," jelas Feiby. Yang terjadi, banyak orang tua yang justru lega anaknya sudah tidur duluan sebelum ia pulang kantor. Padahal, anak sangat membutuhkan keberadaan orang tua sebelum ia tidur.

"Sebentar saja cukup, sekadar menunjukkan bahwa kita ada sebelum ia tidur. Ini akan menenangkan anak," lanjutnya. Jika ini tidak pernah dilakukan, bisa mengurangi kelekatan (attachment) anak dengan orang tua. Akibat lebih jauh, afeksi (perhatian dan rasa sayang) anak terhadap orang lain akan berkurang. "Anak itu, kan, belajar dari apa yang ia dapat dari orang tuanya. Kalau ia mendapatkan perasaan aman, perasaan diterima, didengar, disayang, itu pula yang akan ia lakukan untuk orang lain kelak setelah ia menjalin hubungan dengan orang lain."

AGAR ANAK TIDUR NYAMAN
Agar anak bisa tidur dengan nyaman, simak beberapa tips berikut:

1. Anak harus dibawa senang dulu. Ajak ia bermain, tentu mainannya yang tenang, jangan yang justru merangsang keaktifan anak. Misalnya bermain puzzle, atau yang sifatnya menenangkan.

2. Setelah bermain, ajak anak untuk mandi. Ini akan membuat anak merasa nyaman, sekaligus menyiapkan anak untuk mengenal rutinitas sebelum tidur. "Anak jadi tahu,
oh tahu kalau habis mandi itu saatnya tidur siang. Jadi, nggak langsung disuruh tidur siang, ‘Sekarang sudah jam 2, ayo tidur!"

3. Setelah siap, barulah mulai aktivitas yang lebih dalam, misalnya membacakan dongeng. Ini yang disebut spesial moments. Saat mendongeng, orang tua sekaligus berbagi dengan anak yang sifatnya membuat anak tenang dan nyaman. Misalnya kalau anak sudah bersekolah, minta anak bercerita tentang pelajaran atau aktivitasnya di sekolah.

4. Setelah anak sangat mengantuk, beri pelukan atau ciuman. "Nah, sekarang tidur dulu, nanti setelah bangun, kita buat kegiatan lagi."

JANGAN MENGANCAM
"Orang tua boleh menerapkan aturan tidur siang, tapi sebaiknya tidak dengan memaksa atau memberikan ancaman," ujar Feiby. Misalnya dengan kalimat, "Kalau nggak mau tidur siang, Mama nggak sayang lagi!" Ancaman seperti ini sebaiknya dihindari, karena dampaknya bisa panjang. "Anak akan menganggap bahwa tidur siang itu kegiatan yang tidak menyenangkan. Bisa juga anak mengalami mimpi buruk (nigthmare), dan malah jadi takut." Jadi, jangan dengan paksaan, ancaman, atau bahkan pukulan." (t.nova)

Tekwan

Saturday, March 26th, 2005



KLIK - Detail Bahan:

250 gr udang, cincang
250 gr daging ikan tenggiri, cincang
125 gr tepung sagu
2 putih telur
1500 ml kaldu udang
50 gr jamur kuping, rendam hingga lunak, tiriskan
25 gr sedap malam, rendam hingga lunak
300 gr bengkuang, potong bentuk batang korek api
3 btg seldri, iris kasar
2 btg daun bawang, iris tipis
2 sdm margarin
bawang goreng untuk taburan

Haluskan:
8 siung bawang putih
1 sdt lada
1 sdt garam

Cara membuat:
1. Kaldu udang: kupas udang, sisihkan kulit dan kepala, rebus dengan 1500 ml air dengan api kecil, saring.
2. Campur udang, ikan, tepung sagu, putih telur, garam, lada, uleni hingga rata. Didihkan 1 ltr air, ambil adonan ikan, bulat-bulatkan sebesar kelereng, masukkan dalam air mendidih. Masak sampai matang dan bakso mengapung, tiriskan.
3. Panaskan margarin, tumis bumbu yang dihaluskan hingga kuning, masukkan udang cincang, aduk hingga berubah warna, masukkan jamur kuping dan sedap malam, tuang ke dalam kaldu udang, didihkan.
4. Masukkan bengkuang dan adonan ikan yang sudah matang, masak hingga seluruhnya matang.
5. Tambahkan seldri, daun bawang, angkat dari api. Hidangkan dengan ditaburi
bawang goreng dan saus cabai.

Untuk 6 porsi

Penutup Leher Aksi

Saturday, March 26th, 2005

Penutup Leher Aksi

KLIK - Detail Agar jilbab atau kerudung lebih menawan saat dikenakan, tambahkan manset leher atau penutupnya. Cara membuatnya mudah saja, kok, yang terpenting warna dan motifnya selaras dengan pakaian.

BAHAN DAN ALAT:
Kain kaus, renda stretch (karet), jarum, dan benang jahit

KLIK - DetailCARA MEMBUAT:
1. Potong kain kaus sesuai pola
2. Potong juga renda stretch sesuai lingkar leher (bagian atas kain kaus).
3. Pasang dan jahit renda di bagian atas lengkung kain.
4. Sambungkan kedua sisi lebar hingga membentuk bulatan. Jahit rapi. (MANSET A)
5. Cara yang lebih mudah, Anda tinggal memotong kain bentuk persegi panjang ukuran 2 kali lebih panjang dari lingkar leher. Buat jahitan jelujur sebanyak 4 jalur hingga kain berkerut. Satukan sisi kiri dan kanan hingga berbentuk tabung. Manset siap dikenakan. (MANSET B)

Kreasi: Indah Permata Sari, MODEL: NUR ATMI

KLIK - Detail KLIK - Detail
KLIK - Detail KLIK - Detail

Martabak Mungil

Saturday, March 26th, 2005

Martabak Mungil

KLIK - DetailBahan:
250 gr tepung terigu
150 gr gula pasir
1 sdt ragi instan
375 ml santan hangat
2 btr telur
1/4 sdt soda kue

Taburkan sesuai selera:
mesyes, kacang tanah, wijen, gula pasir, keju, susu kental manis

Catatan:
bila tidak ada cetakan martabak bisa menggunakan wajan teflon ukuran kecil.

Cara Membuat:

KLIK - Detail 1. Campur tepung terigu, gula pasir, dan ragi instan, aduk rata.
2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata, diamkan selama 20 menit. KLIK - Detail
KLIK - Detail 3. Masukkan telur dan soda kue ke dalam adonan, aduk rata dan halus.
4. Panaskan cetakan martabak dengan api kecil, tuang 2 sendok sayur (kecil) adonan. Tunggu sampai keluar gelembung-gelembung kecil, taburi bahan taburan sesuai selera. Lipat dan tekan hingga membentuk setengah lingkaran, angkat.

Untuk 12 buah
KLIK - Detail
KLIK - Detail KLIK - Detail

Sop Kwetiau

Saturday, March 26th, 2005


KLIK - DetailBahan I:
1 ltr air kaldu daging
2 sdt tauco jepang
50 ml kecap asin jepang
1 sdt garam
3 sdt gula pasir
2 btg daun seledri
2 btg daun bawang
1/2 sdt lada bubuk

Bahan II:
5 siung bawang putih, cincang
3 bh bawang merah, cincang
minyak untuk menumis

Bahan III:
250 gr daging sukiyaki
10 bh telur puyuh rebus, kupas
100 gr jagung pipil kaleng
300 gr kwetiu
3 bh daun bawang, iris
2 bh cabai merah, potong korek api, tumis
3 sdm bawang goreng
1 bh jeruk nipis

Cara membuat:
1. Rebus bahan I hingga harum dan gurih.
2. Tumis bahan II hingga harum, kemudian masukkan dalam bahan I, masak sampai matang.
3. Cara penyajian: letakkan kwetiu dalam mangkuk, rebus daging selembar demi selembar selama 3 menit. Letakkan 3 lembar daging, 2 btr telur dan kuahnya. Taburi dengan jagung pipil, cabai merah, daun bawang dan bawang goreng, hidangkan dengan jeruk nipis.

Untuk 4 porsi