Bersujud Dikeheningan Malam

Saudaraku, Wahai hamba Allah, malam telah melewati setengahnya, siapa
diantara kalian yang telah introspeksi diri dan insaf untuk melakukan
ketaatan kepada Allah, siapa di antara kalian yang telah bangun di malam
ini dengan memenuhi hak-haknya? Siapa diantara kalian yang berkeinginan
untuk membangun ruangan di surga sebelum pintunya di tutup ? Ingatlah
bahwa umur kalian semakin berkurang, berbekallah dengan amal perbuatan.
Sepertinya kalian telah mengabaikan hal itu. Semua amal baik akan
mendapatkan balasan dan imbalan yang pantas. Apabila malam kalian tetap
seperti ini, dari mana kalian akan mendapatkan imbalan dan balasan ?

Saudaraku, berhentilah dan introspeksilah dirimu dengan jujur katakan
kepada dirimu :

Sampai kapan aku akan terus bicara dan tidak berbuat
Berapa kali aku memiliki keinginan dan tidak pernah aku laksanakan
Betapa tercelanya kedua mataku, yang tidak berhenti dari kebodohan ini
Betapa senang nafsuku, yang tidak mau menerima ketaatan
Berapa kali ia hanya memberi alasan,-celakalah dia- dengan mengatakan
"seandainya"
"akan", dan berapa kali engkau mengulurnya
Berapa kali ia hanya memiliki angan-angan yang tidak pernah punah
Lalu di lupakan, padahal kematian tidak pernah terlupakan, pasti akan
datang.

( Al-Affani, Ruhban al-lail,II:471 )

Saudaraku, semoga Allah memberikan rahmat pada penyair yang mengatakan:

Aduh, malam telah berlalu separohnya dan telah hilang
Kemenangan masuk surga akan diberikan khusus kepada orang yang mengabdi
Orang yang lalai dan miskin akan mengeluh
Seperti aku ini, celakalah kau wahai yang selalu menyanjung hal haram
Siapa yang tidak menanam pada waktu purnama
Maka ia tidak akan terlihat menuai, kecuali hanya duka dan penyesalan
Bahagialah orang yang menjadikan takwa sebagai dagangannya
pada waktu malam, dan selalu berpegang pada tali Allah.

( Dari Bersujud Di Keheningan Malam, Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq )

Comments are closed.