Archive for May, 2005
ORANG TUA CERAI, ANAK “TERBENGKALAI”
Tuesday, May 17th, 2005
Cerai? Ih, amit-amit! Toh, di antara kita mau tak mau harus menghadapinya. Tak ada pilihan lain. Nah, ketika perceraian terjadi, sebetulnya yang paling merana dan menderita adalah anak-anak. Tak percaya? Simak saja apa yang ada di benak mereka ketika harus menghadapi kenyataan ayah dan ibu harus berpisah.
Kebanyakan dari para ayah dan ibu melihat perceraian sebagai "masalah mereka sendiri" dengan alasan, "Kami sudah tidak dapat bersatu lagi. Terlalu banyak perbedaan di antara kami" atau "Dia sudah tak jujur lagi." Mereka lupa, hubungan perkawinan itu sudah memiliki "cabang" yaitu anak-anak, keluarga, teman, dan lainnya.
Nah, berikut pendapat atau pandangan anan-anak serta sanak-keluarga tentang orang tua atau kerabat mereka yang bercerai.
TAKUT PERUBAHAN
Anak-anak dari keluarga yang bercerai sadar, segalanya akan berubah, tidak sama lagi dengan yang dulu di mana mereka memperoleh rasa aman. Perubahan itu bukan hanya karena ayah atau ibu tidak ada lagi di sekeliling mereka, tapi bahkan segalanya berubah. Mereka khawatir bakal kehilangan kontak dengan sepupu atau famili dari pihak ayah/ibu. Bahkan mungkin, jam makan keluarga juga akan berubah. pendek kata, semua kegiatan rutin sehari-hari berubah. Benar-benar suatu malapetaka!
TAKUT DIBUANG & DICUEKI
Jika ibu dan ayah berpisah atau bersiap-siap untuk pisah, anak akan disergap rasa takut
yang sebetulnya amat realistis, yaitu takut kehilangan salah satu dari mereka serta takut diacuhkan. Konsep menjadi seorang yang sendiri, merana di dunia, adalah suatu hal yang paling menakutkan buat anak.
KEHILANGAN KASIH SAYANG
Bukan tak mungkin pula, kasih sayang yang selama ini anak dapatkan dari ayah, ibu, nenek-kakek, kerabat lain, akan hilang atau minimal berkurang. Padahal, semuanya itu memberi rasa aman pada anak.
Anak juga takut kehilangan teman bermain atau teman sekolah karena kemungkinan harus pindah mengikuti salah satu orangtua mereka. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak stabil serta reaksi negatif.
PENGARUH TINGKAH LAKU & EMOSI ORANG TUA
Umumnya, sebelum perceraian terjadi, ada suatu masa di mana suami/istri tak bisa mengendalikan emosi mereka. Ini akan mencapai puncaknya saat-saat perceraian makin dekat.
Jelas, semua itu memengaruhi jiwa anak dan banyak orang tua yang mengalami kesulitan ketika ingin mengembalikan situasi normal ke tengah keluarga setelah perceraian terjadi.
| Lihat Tanda Bahaya Cobalah untuk sedikit mengerti tentang apa yang dipikirkan anak-anak ketika orang tua mereka memutuskan bercerai. Perhatikan beberapa tanda yang muncul dari anak. Ingat, seringkali terjadi, anak belum atau tidak bisa menghadapi apalagi mengatasi masalah pelik yang tiba-tiba ada di hadapan mereka secara efektif. Tanda-tanda bahaya tersebut mencakup: 1. Mencoba menyatukan kembali. Banyak anak berpendapat salah. Mereka mengira, salah satu penyebab perceraian adalah karena kesalahannya. Umumnya anak yang berpendapat demikian sering bertingkah laku negatif atau sebaliknya, mencoba bersikap "amat manis" dengan harapan orang tuanya bersatu kembali. Dalam benaknya, ia berpikir, "Kalau aku enggak nakal lagi, mau disuruh makan sayur, pasti Mama dan Papa enggak jadi pisah." 2. Bersifat meyerang dan menantang. Mayoritas orang tua berpendapat hal itu normal. Namanya juga anak-anak. Toh, dalam keluarga utuh (normal), anak membantah, menantang, atau menyerang, merupakan hal normal dan sering terjadi. Berhati-hatilah dan cermati benar, bagaimana persisinya tingkah laku menyerang yang diperlihatkan si kecil. Apakah normal atau melewati batas. Mungkin mereka jadi pemberang dan tidak kooperatif lagi seperti biasanya. 3. Depresi & Menyendiri.Banyak anak yang hidup dalam keluarga yang penuh tekanan akan senang menyendiri atau memperlihatkan tanda-tanda depresi. Tanda yang paling dini adalah makan jadi tak teratur atau tak doyan makan, sering membicarakan hal-hal menyedihkan, bahkan cenderung menakutkan seperti misalnya tentang bunuh diri. Strategi Mengatasi Cara-cara berikut memang tak dijamin bisa "menyembuhkan" anak dari luka batinnya, tapi minimal bisa mengurangi ketidaknyamanan dalam diri anak, sehingga ia bisa lebih toleran, mengerti arti perpisahan, dan memberi rasa aman padanya. 1. Kedua orang tua harus tetap terlibat dalam kehidupan anak. Yakinkan anak, ayah dan ibu akan tetap menjadi orang tua mereka dan itu tak akan berubah sampai kapan pun. Termasuk selalu siap memberinya kasih sayang, nasehat, saran, melindungi, memberi rasa aman, tetap memikirkan masa depan anak, dan sebagainya. 2. Kedua orang tua yang bercerai harus tetap saling menghormati. Para ahli menyatakan, anak-anak akan berbuat yang terbaik walaupun kedua orang tuanya bercerai dengan catatan ayah dan ibu tetap saling menghormati dan bukannya saling menjelek-jelekkan atau bermusuhan. Memang bisa dimengerti, dalam perceraian pasti ada kemarahan, saling menyalahkan. Tapi, tak perlu mengungkapkan hal itu di depan anak. Pergilah ke teman, saudara atau lainnya, tapi tidak ke anak. 3. Pertahankanlah rutinitas. Anak akan merasa aman jika tetap ada standar rutinitas dalam kehidupan, kendati ia ikut ibu atau ayah. Mereka tetap punya aturan, hak serta kewajiban, dan tetap memiliki komnitmen. 4. Beri pertolongan jika membutuhkan. Banyak sumber dan cara untuk menolong anak Anda. Jika Anda merasa anak memerlukan pertolongan secara profesional atau lewat terapi, jangan ragu mencarinya. Kadang ada ada suatu masalah yang disebabkan karena orang tua namun ayah atau ibu tak bisa mengatasinya secara effektif. |
SERBA-SERBI MENYIMPAN KANTUNG PLASTIK
Tuesday, May 17th, 200510 Tips mencoba Resep Baru
Tuesday, May 17th, 2005KENALI GAYA BELAJAR ANAK SEBELUM MENGAJARNYA
Tuesday, May 17th, 2005
| Otot Kinestetis Kemampuan menggerakkan badan dan memegang benda dengan cekatan. Anak-anak jenis ini menyukai olah raga dan aktif secara fisik. Mereka cenderung menggunakan bahasa tubuh, menari, bergerak, atau menirukan gaya orang. Anak-anak dengan kemampuan ini cenderung belajar dengan baik melalui permainan yang memakai gerakan, misalnya bermain sandiwara. Mengajaknya bermain jengket dapat membantunya mengerti konsep matematik dengan mudah. Latihan yang baik buat mereka adalah dengan memerhatikan sejauh mana mereka melemparkan benda-benda dengan bentuk yang berbeda-beda. Cobalah dengan menyiapkan selimut, kain, serta rak handuk atau tiang untuk bermain sandiwara, lompat karung, dan permainan berbau olahraga lain yang sesuai dengan umurnya. MusikalKepekaan untuk memadukan melodi, irama, dan nada. Anak-anak ini gemar mendengarkan musik dan memainkan alat musik, menyanyi, bersenandung, memainkan irama, menciptakan serta menirukan lagu. Minta mereka menyanyi dan merekamnya adalah cara yang baik untuk mengajak dia melakukan aktivitas. Agar dia dapat memahami konsep matematika dengan mudah, ajak dia menghitung dentuman pada drum atau membuat pola musik pada alat musik. Sediakan benda-benda yang dapat digunakan sebagai alat musik (dapat juga menggunakan peralatan dapur yang dapat mengeluarkan suara), kaset, dan bermacam-macam lagu serta suara untuk didengarkan. RuangKemampuan untuk memahami dunia dengan cekatan dan menciptakan atau merubah bentuk aspek dari dunia tersebut. Anak-anak yang termasuk dalam jenis ini suka melukis, menggambar, membuat balok-balok, bermain "puzzle" dan permainan seperti labirin. Permainan-permainan ini dapat mereka lakukan dengan cepat. Daya tangkap mereka lebih cepat melalui foto/gambar daripada menjelaskannya secara lisan. Untuk mengajak mereka melakukan eksperimen, minta mereka untuk menggambarkan apa yang dilihatnya. Sediakan buku-buku yang berwarna cerah dengan tulisan yang besar dan peralatan lukis. Pencinta alamMengenal dan mengklasifikasikan spesies, flora dan fauna. Anak-anak yang termasuk jenis ini senang bermain di luar rumah, memerhatikan tanaman, mengumpulkan batu-batu, memerhatikan serangga, dan tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan alam. Sebaiknya gunakan foto-foto/gambar-gambar dan buku-buku mengenai binatang dan alam untuk mengajarkan mereka berbagai topik. Mengajaknya keluar rumah untuk mempelajari konsep sebab-akibat adalah cara yang tepat. Terrarium, mikroskop, dan memberi makanan pada burung adalah kegiatan yang cocok untuk mereka. Antar-individuMengerti orang lain dan hubungan antar-individu. Anak-anak yang termasuk jenis ini mempunyai banyak teman dan cenderung menjadi penengah di antara teman-temannya. Mereka cocok bermain dalam permainan kelompok. Sebaiknya ajak anak mengikuti permainan yang berkelompok dan diskusi-diskusi. Melakukan eksperimen ilmu pengetahuan dengan teman-temannya adalah cara terbaik untuk dia. Mereka suka bermain dengan boneka dan benda-benda kecil. Per individuKemampuan menggunakan emosi untuk memahami orang lain. Anak-anak ini dapat mengontrol emosi mereka dan mereka senang memperhatikan serta mendengarkan. Mereka lebih cocok bila bekerja sendiri. Tunjukkan antusiasme Anda dengan menanyakan kepada mereka bagaimana perasaan mereka terhadap pengalaman baru dan ajak mereka mengembangkan topik tersebut dengan cara mereka. Untuk mengajak anak-anak yang termasuk jenis ini melakukan latihan ilmu pengetahuan adalah dengan meminta mereka melukiskan pengalaman dan perasaan mereka. Kamera, buku gambar, buku harian adalah yang diperlukannya untuk mencatat apa yang dirasakan dan dilihatnya. |
KENALI GAYA BELAJAR ANAK SEBELUM MENGAJARNYA
Tuesday, May 17th, 2005
| Otot Kinestetis Kemampuan menggerakkan badan dan memegang benda dengan cekatan. Anak-anak jenis ini menyukai olah raga dan aktif secara fisik. Mereka cenderung menggunakan bahasa tubuh, menari, bergerak, atau menirukan gaya orang. Anak-anak dengan kemampuan ini cenderung belajar dengan baik melalui permainan yang memakai gerakan, misalnya bermain sandiwara. Mengajaknya bermain jengket dapat membantunya mengerti konsep matematik dengan mudah. Latihan yang baik buat mereka adalah dengan memerhatikan sejauh mana mereka melemparkan benda-benda dengan bentuk yang berbeda-beda. Cobalah dengan menyiapkan selimut, kain, serta rak handuk atau tiang untuk bermain sandiwara, lompat karung, dan permainan berbau olahraga lain yang sesuai dengan umurnya. MusikalKepekaan untuk memadukan melodi, irama, dan nada. Anak-anak ini gemar mendengarkan musik dan memainkan alat musik, menyanyi, bersenandung, memainkan irama, menciptakan serta menirukan lagu. Minta mereka menyanyi dan merekamnya adalah cara yang baik untuk mengajak dia melakukan aktivitas. Agar dia dapat memahami konsep matematika dengan mudah, ajak dia menghitung dentuman pada drum atau membuat pola musik pada alat musik. Sediakan benda-benda yang dapat digunakan sebagai alat musik (dapat juga menggunakan peralatan dapur yang dapat mengeluarkan suara), kaset, dan bermacam-macam lagu serta suara untuk didengarkan. RuangKemampuan untuk memahami dunia dengan cekatan dan menciptakan atau merubah bentuk aspek dari dunia tersebut. Anak-anak yang termasuk dalam jenis ini suka melukis, menggambar, membuat balok-balok, bermain "puzzle" dan permainan seperti labirin. Permainan-permainan ini dapat mereka lakukan dengan cepat. Daya tangkap mereka lebih cepat melalui foto/gambar daripada menjelaskannya secara lisan. Untuk mengajak mereka melakukan eksperimen, minta mereka untuk menggambarkan apa yang dilihatnya. Sediakan buku-buku yang berwarna cerah dengan tulisan yang besar dan peralatan lukis. Pencinta alamMengenal dan mengklasifikasikan spesies, flora dan fauna. Anak-anak yang termasuk jenis ini senang bermain di luar rumah, memerhatikan tanaman, mengumpulkan batu-batu, memerhatikan serangga, dan tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan alam. Sebaiknya gunakan foto-foto/gambar-gambar dan buku-buku mengenai binatang dan alam untuk mengajarkan mereka berbagai topik. Mengajaknya keluar rumah untuk mempelajari konsep sebab-akibat adalah cara yang tepat. Terrarium, mikroskop, dan memberi makanan pada burung adalah kegiatan yang cocok untuk mereka. Antar-individuMengerti orang lain dan hubungan antar-individu. Anak-anak yang termasuk jenis ini mempunyai banyak teman dan cenderung menjadi penengah di antara teman-temannya. Mereka cocok bermain dalam permainan kelompok. Sebaiknya ajak anak mengikuti permainan yang berkelompok dan diskusi-diskusi. Melakukan eksperimen ilmu pengetahuan dengan teman-temannya adalah cara terbaik untuk dia. Mereka suka bermain dengan boneka dan benda-benda kecil. Per individuKemampuan menggunakan emosi untuk memahami orang lain. Anak-anak ini dapat mengontrol emosi mereka dan mereka senang memperhatikan serta mendengarkan. Mereka lebih cocok bila bekerja sendiri. Tunjukkan antusiasme Anda dengan menanyakan kepada mereka bagaimana perasaan mereka terhadap pengalaman baru dan ajak mereka mengembangkan topik tersebut dengan cara mereka. Untuk mengajak anak-anak yang termasuk jenis ini melakukan latihan ilmu pengetahuan adalah dengan meminta mereka melukiskan pengalaman dan perasaan mereka. Kamera, buku gambar, buku harian adalah yang diperlukannya untuk mencatat apa yang dirasakan dan dilihatnya. |
Balado Petai Campur Ikan Teri
Tuesday, May 17th, 2005
Bahan:
3 papan petai tua
250 gr teri tawar, goreng
2 sdt air jeruk nipis
minyak untuk menggoreng
Haluskan:
100 gr cabai merah
100 gr cabai keriting
6 bh bawang merah
2 sdt air jeruk nipis
1 sdt garam
Cara membuat:
1. Potong pinggir kulit petai, lalu iris tipis-tipis bersama kulitnya. Goreng petai hingga kering, angkat. Goreng teri hingga kuning, angkat.
2. Panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan kering, tuang air jeruk nipis, aduk rata.
3. Masukkan petai dan teri, aduk rata.
Untuk 6 orang
Satai Terik Tahu tempe
Tuesday, May 17th, 2005
Bahan:
200 gr tempe, potong persegi kecil-kecil
200 gr tahu putih 2 x 8 x 8 cm
3 sdm minyak untuk menumis
2 lbr daun jeruk
1 lbr daun salam
250 ml santan
1 sdm air asam jawa
Haluskan:
1 sdt ketumbar
1/8 sdt jinten
1/2 sdt lada
3 btr kemiri
6 bh bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt garam
1 sdt gula merah
Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan daun jeruk, salam, masak hingga bumbu matang.
2. Tuang santan, didihkan, tambahkan tempe dan tahu, masak sampai santan mengental.
3. Angkat, kemudian tusukkan tempe dan tahu secara berselang-seling dengan tusukkan sate.
4. Panggang di atas bara api kecil sambil diolesi bumbu.
5. Angkat, sajikan dengan nasi hangat dan sambal.
Untuk 8 tusuk
Chicken Steam
Tuesday, May 17th, 2005








