Archive for May, 2005

KIAT MENGHADAPI BALITA YANG HOBI BIKIN “HURU-HARA”

Tuesday, May 17th, 2005


Namanya juga anak kecil, satu saat ia pasti rewel, mengamuk, menangis. Pokoknya, membuat ulah yang bisa membuat kita jengkel. Tapi pernahkah Anda mencari tahu, apa sebabnya dan bagaimana cara tepat mengatasinya?

APA, SIH, SEBABNYA?
Sifat rewel adalah suasana hati yang bisa disamakan seperti petir di siang hari bolong. Munculnya tiba-tiba dan kadang demikian dahsyat. Saat Anda dan si kecil sedang asyik-asyiknya menikmati makan malam di sebuah restoran, tiba-tiba dia merengek bahkan berteriak minta pulang.

Umumnya "kejutan-kejutan" seperti itu diberikan anak usia 1 sampai 3 tahun. Yang patut dipahami dan diketahui, kerewelan anak bukan suatu hasil manipulasi. Anak hanya merasa frustrasi dan mereka masih sulit mengungkapkan sesuatu ke dalam kata-kata. Akibatnya, yang muncul adalah perilaku rewel tadi. Memang, anak balita sudah tahu dan mengerti kata-kata yang mereka dengar, namun kemampuan mereka mencerna dan mengungkapkan dalam kata-kata masih sangat terbatas.
Im000085  
SIKAP APA YANG HARUS DIAMBIL?
Tetaplah tenang. Memang, sih, kerewelan bukanlah pemandangan yang enak didengar dan dilihat. Selain menendang, berteriak, atau membanting kakinya di lantai, tak jarang pula si kecil melempar benda-benda, memukul, dan bahkan dapat berubah menjadi sedih.

Celakanya lagi, bila anak sedang rewel, dia tidak mau mendengar apa yang kita katakan. Justru sebaliknya, dia akan memberi respons negatif, yaitu berteriak atau mengancam. Semakin kita berkata, ‘Stop!", semakin parah pula tindakannya.

Jadi? Ya, itu, tadi, bersikap tenang. Justru kalau kita tidak memberi reaksi berlebihan, diam, tetap di dekatnya dengan sikap tenang, dia akan berhenti "mengamuk".

BAGAIMANA LANGKAH SELANJUTNYA?
Meninggalkan dia sambil membanting pintu justru membuat anak merasa tidak diperhatikan. Perasaan galau yang dirasakannya justru menakutkannya dan membuatnya semakin berulah demi menarik perhatian Anda. Sebaliknya, bila dia tahu Anda berada di dekatnya, dia akan merasa tenang.

Jangan tinggalkan dia sendirian pada saat dia sedang mengamuk. Justru sebaliknya, dekati dia. Bila mungkin (misalnya bila kemarahannya tidak terlalu parah), gendong dan peluklah dia. Pelukan Anda dapat membuatnya tenang.

Jangan lupa, Anda lebih tua dari dia. Tidak perduli berapa lama kebiasaan tersebut berlangsung, jangan mengikuti kemauan anak yang tidak masuk akal atau bernegosiasi dengan anak yang sedang mengamuk. Terutama bila untuk menutupi rasa malu karena terjadi di muka umum. Cobalah untuk tidak perduli terhadap apa kata orang.

Percayalah, setiap orang yang pernah menjadi orang tua, pasti pernah mengalami hal sama. Dengan mengikuti kemauan anak, berarti Anda mengajarkan, dengan mengamuk dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan dan di lain waktu dia akan melakukan hal sama bila kemauannya tidak dituruti.

Bila kemarahan anak memuncak sehingga dia memukul orang atau binatang, melempar benda-benda, atau berteriak tanpa henti, gendong dia dan bawa ke tempat yang aman. Misalnya, ke kamarnya, di tempat di mana dia tidak dapat menyakiti dirinya sendiri. Jelaskan alasanmengapa dia dibawa ke tempat tersebut ("Karena kamu memukul Tante Dita"). Katakan juga, Anda tidak akan meninggalkan dia seorang diri sampai kerewelannya berhenti.

BAGAIMANA KALAU IA MENGAMUK DI MUKA UMUM?
Jika kebetulan Anda berada di tempat umum(tempat yang umumnya membuat kerewelan anak meledak) bersiap-siaplah untuk meninggalkan tempat tersebut sampai amukan si kecil mereda.

Begitu ia sudah tenang dan bisa diajak bicara, dekap dia dan bicarakan mengenai apa yang telah terjadi. Tunjukkan padanya, Anda mengerti apa yang menyebabkan dia marah. Misalnya, saat dia tiba-tiba minta pulang di restoran, katakan, "Mama tahu, kamu sangat marah karena makanannya tidak sesuai dengan yang kamu pesan." Tunjukkan padanya, begitu dia mengungkapkan perasaannya secara lisan, dia akan merasa lebih enak. Katakan sambil tersenyum,"Mama minta maaf karena tadi Mama tidak mengerti masalahnya.

Sekarang karena kamu tidak berteriak, Mama jadi mengerti apa yang membuat kamu kesal"
Cobalah untuk mengatasi situasi ini. Cari tahu apa yang membuat si kecil marah dan lakukan sesuatu. Bila dia rewel karena lapar, beri dia makanan. Bila dia bermasalahsaat pergantian dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya,beri contoh bagaimana caranya.

Misalnya, memberitahu anakbahwa Anda akan pergi saat ia masuk kelas taman bermain atau duduk manis di meja makan. Katakan pada anak, "Kita akan segera makan bila kamu dan Ayah sudah selesai dengan cerita kalian." Cara ini akan memberinya kesempatan beradaptasi dan justru tak akan menimbulkan reaksi negatif darinya.

KAPAN HARUS KONSULTASI?

1. Masa kanak-kanak adalah masa berjuang untuk tidak tergantung dari orang lain. Jadi, bila mungkin, berilah kesempatan pada mereka. Siapa pun tidak suka bila selalu diatur. Lebih baik katakan, "Kamu mau makan apa, jagung atau wortel?" daripada berujar, "Kamu makan jagung, ya" yang memberi kesan perintah.

2. Tanyakan pada diri Anda, berapa banyak Anda mengucapkan kata jangan/tidak. Bila ternyata sangat sering, Anda telah menyebabkan stres yang tidak seharusnya bagi diri sendiri dan juga si kecil. Coba kurangi dan atasi dengan cara yang lebih baik. Misalnya, apakah meluangkan waktu 5 menit untuk buah hati dengan menemaninya bermain betul-betul mengganggu jadwal Anda? Pasti tidak, bukan?

3. Jangan lupa pula perhatikan tanda-tanda stres yang berlebihan. Walaupun kebiasaan mengamuk adalah hal wajar yang dialami balita, Anda tetap harus mencari tahu penyebabnya. Apakah ada masalah di dalam keluarga Anda yang sangat mengganggu? Ketegangan antara ibu dan ayah, misalnya? Hal ini dapat merupakan pemicunya.

4. Bila sudah melewati usia 30 bulan dan si kecil masih hobi bikin huru-hara setiap harinya, konsultasikan ke dokter anak Anda. Bila usia anak di bawah 30 bulan, mengamuknya hanya 3 atau 4 kali sehari, dan tidak kooperatif untuk hal-hal yang rutin seperti memakai baju atau mengambil mainan, Anda tetap perlu berkonsultasi.

Dokter anak Anda akan memastikan apakah si kecil punya masalah serius, baik secara fisik maupun psikis. Dokter yang baik pasti akan memberi saran cara mengatasinya, entah merujuk ke psikolog anak atau menyembuhkan penyakit jika si anak memang menderita penyakit.

ORANG TUA CERAI, ANAK “TERBENGKALAI”

Tuesday, May 17th, 2005



Cerai? Ih, amit-amit! Toh, di antara kita mau tak mau harus menghadapinya. Tak ada pilihan lain. Nah, ketika perceraian terjadi, sebetulnya yang paling merana dan menderita adalah anak-anak. Tak percaya? Simak saja apa yang ada di benak mereka ketika harus menghadapi kenyataan ayah dan ibu harus berpisah.

Kebanyakan dari para ayah dan ibu melihat perceraian sebagai "masalah mereka sendiri" dengan alasan, "Kami sudah tidak dapat bersatu lagi. Terlalu banyak perbedaan di antara kami" atau "Dia sudah tak jujur lagi." Mereka lupa, hubungan perkawinan itu sudah memiliki "cabang" yaitu anak-anak, keluarga, teman, dan lainnya.
KLIK - Detail
Nah, berikut pendapat atau pandangan anan-anak serta sanak-keluarga tentang orang tua atau kerabat mereka yang bercerai.

TAKUT PERUBAHAN
Anak-anak dari keluarga yang bercerai sadar, segalanya akan berubah, tidak sama lagi dengan yang dulu di mana mereka memperoleh rasa aman. Perubahan itu bukan hanya karena ayah atau ibu tidak ada lagi di sekeliling mereka, tapi bahkan segalanya berubah. Mereka khawatir bakal kehilangan kontak dengan sepupu atau famili dari pihak ayah/ibu. Bahkan mungkin, jam makan keluarga juga akan berubah. pendek kata, semua kegiatan rutin sehari-hari berubah. Benar-benar suatu malapetaka!

TAKUT DIBUANG & DICUEKI
Jika ibu dan ayah berpisah atau bersiap-siap untuk pisah, anak akan disergap rasa takut
yang sebetulnya amat realistis, yaitu takut kehilangan salah satu dari mereka serta takut diacuhkan. Konsep menjadi seorang yang sendiri, merana di dunia, adalah suatu hal yang paling menakutkan buat anak.

KEHILANGAN KASIH SAYANG
Bukan tak mungkin pula, kasih sayang yang selama ini anak dapatkan dari ayah, ibu, nenek-kakek, kerabat lain, akan hilang atau minimal berkurang. Padahal, semuanya itu memberi rasa aman pada anak.

Anak juga takut kehilangan teman bermain atau teman sekolah karena kemungkinan harus pindah mengikuti salah satu orangtua mereka. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak stabil serta reaksi negatif.

PENGARUH TINGKAH LAKU & EMOSI ORANG TUA

Umumnya, sebelum perceraian terjadi, ada suatu masa di mana suami/istri tak bisa mengendalikan emosi mereka. Ini akan mencapai puncaknya saat-saat perceraian makin dekat.

Jelas, semua itu memengaruhi jiwa anak dan banyak orang tua yang mengalami kesulitan ketika ingin mengembalikan situasi normal ke tengah keluarga setelah perceraian terjadi.

Lihat Tanda Bahaya
Cobalah untuk sedikit mengerti tentang apa yang dipikirkan anak-anak ketika orang tua mereka memutuskan bercerai. Perhatikan beberapa tanda yang muncul dari anak. Ingat, seringkali terjadi, anak belum atau tidak bisa menghadapi apalagi mengatasi masalah pelik yang tiba-tiba ada di hadapan mereka secara efektif.

Tanda-tanda bahaya tersebut mencakup:

1. Mencoba menyatukan kembali.

Banyak anak berpendapat salah. Mereka mengira, salah satu penyebab perceraian adalah karena kesalahannya. Umumnya anak yang berpendapat demikian sering bertingkah laku negatif atau sebaliknya, mencoba bersikap "amat manis" dengan harapan orang tuanya bersatu kembali. Dalam benaknya, ia berpikir, "Kalau aku enggak nakal lagi, mau disuruh makan sayur, pasti Mama dan Papa enggak jadi pisah."

2. Bersifat meyerang dan menantang.

Mayoritas orang tua berpendapat hal itu normal. Namanya juga anak-anak. Toh, dalam keluarga utuh (normal), anak membantah, menantang, atau menyerang, merupakan hal normal dan sering terjadi.

Berhati-hatilah dan cermati benar, bagaimana persisinya tingkah laku menyerang yang diperlihatkan si kecil. Apakah normal atau melewati batas. Mungkin mereka jadi pemberang dan tidak kooperatif lagi seperti biasanya.

3. Depresi & Menyendiri.
Banyak anak yang hidup dalam keluarga yang penuh tekanan akan senang menyendiri atau memperlihatkan tanda-tanda depresi. Tanda yang paling dini adalah makan jadi tak teratur atau tak doyan makan, sering membicarakan hal-hal menyedihkan, bahkan cenderung menakutkan seperti misalnya tentang bunuh diri.

Strategi Mengatasi
Cara-cara berikut memang tak dijamin bisa "menyembuhkan" anak dari luka batinnya, tapi minimal bisa mengurangi ketidaknyamanan dalam diri anak, sehingga ia bisa lebih toleran, mengerti arti perpisahan, dan memberi rasa aman padanya.

1. Kedua orang tua harus tetap terlibat dalam kehidupan anak.
Yakinkan anak, ayah dan ibu akan tetap menjadi orang tua mereka dan itu tak akan berubah sampai kapan pun. Termasuk selalu siap memberinya kasih sayang, nasehat, saran, melindungi, memberi rasa aman, tetap memikirkan masa depan anak, dan sebagainya.

2. Kedua orang tua yang bercerai harus tetap saling menghormati.
Para ahli menyatakan, anak-anak akan berbuat yang terbaik walaupun kedua orang tuanya bercerai dengan catatan ayah dan ibu tetap saling menghormati dan bukannya saling menjelek-jelekkan atau bermusuhan. Memang bisa dimengerti, dalam perceraian pasti ada kemarahan, saling menyalahkan. Tapi, tak perlu mengungkapkan hal itu di depan anak. Pergilah ke teman, saudara atau lainnya, tapi tidak ke anak.

3. Pertahankanlah rutinitas.
Anak akan merasa aman jika tetap ada standar rutinitas dalam kehidupan, kendati ia ikut ibu atau ayah. Mereka tetap punya aturan, hak serta kewajiban, dan tetap memiliki komnitmen.

4. Beri pertolongan jika membutuhkan.
Banyak sumber dan cara untuk menolong anak Anda. Jika Anda merasa anak memerlukan pertolongan secara profesional atau lewat terapi, jangan ragu mencarinya. Kadang ada ada suatu masalah yang disebabkan karena orang tua namun ayah atau ibu tak bisa mengatasinya secara effektif.

SERBA-SERBI MENYIMPAN KANTUNG PLASTIK

Tuesday, May 17th, 2005


Kesal dengan jumlah kantung plastik alias kantung kresek yang semakin menumpuk di rumah? Yuk, kita gunakan taktik berikut.

KLIK - Detail 1. Untuk mengurangi jumlah kantung plastik bekas belanja, bawa tas belanja yang terbuat dari kain atau kanvas.

2. Menyimpan kantong plastik kadang merupakan suatu masalah yang menjengkelkan. Agar terlihat lebih rapi, gunakan boks atau wadah tisu kosong. Gulung atau lipat rapi semua kantung plastik yang Anda miliki, masukkan ke dalam boks. Untuk satu boks tisu bekas, Anda bisa menyimpan sektar 30 kantung kresek.

3. Bisa pula memakai gulungan tisu bekas. Gulung kantung kresek dan masukkan ke dalam gulungan. Susun dari bawah hingga penuh. Saat membutuhkan tas/kantung plastik, tinggal mencabut dari karton bekas gulungan tisu tadi.
KLIK - Detail
4. Cara lain, gantungkan kantung-kantung plastik pada gantungan baju kemudian dijepit. Atur rapi dan susun menurut ukuran masing-masing (kantung kecil, sedang, besar). Jika kantung plastik berukuran ekstra besar, lipat lebih dulu menjadi 2-3 bagian. Atur sehingga plastik kecil terletak paling depan atau gunakan sejumlah gantungan sesuai ukuran kantung. Gantung di belakang pintu dapur sehingga selalu siap saat diperlukan.

5. Sementara untuk kertas bekas bungkus kado, Anda bisa menggunakan karton panjang yang berbentuk seperti pipa. Gulung kertas di karton tersebut. Rapi, kan?

9 LANGKAH MENDAPATKAN PASTA PRIMA
Memasak spaghetti tidak bisa ditinggal-tinggal. Jadi, bila Anda sedang memasak pasta, jangan ditinggal.

KLIK - Detail 1. Tuangkan air yang banyak bila memasak pasta. Satu setengah galon (1 galon = 4,5 liter) cukup untuk 500 g pasta.

2. Masukkan garam secukupnya ke dalam air agar pasta tidak terasa hambar. Untuk 1,5 galon air disarankan 2 sendok makan (ceper) garam halus. Untuk garam biasa, setengah dari takaran tersebut.

3. Sebelum memasukkan pasta, pastikan air betul-betul matang. Masukkan pasta sedikit-sedikit ke dalam air yang sudah matang agar tidak menumpuk. Sesudah semua pasta tercampur, aduk agar matang secara merata.

4. Perhatikan waktunya. Pasta segar lebih cepat matang, paling tidak 1,5 menit. Pasta kering, tergantung dari mereknya, Diperlukan waktu sekitar 7 ­ 8 menit untuk jenis pasta yang berkualitas. Bila mencampur pasta ke dalam saus, panaskan secara bersamaan dan waktu yang dibutuhkan sekitar 1 menit. Dengan demikian saus akan menyerap ke dalam pasta.

5. Untuk menyaring pasta, gunakan pasta cooker yang mempunyai saringan khusus. Bisa juga menggunakan saringan besar atau penyerok yang berlubang. Dengan cara ini, air bekas rebusan tersebut masih bisa digunakan untuk memasak jenis pasta yang lain.
KLIK - Detail
6. Pasta segar atau pasta kering ­ mana yang lebih baik? Jawabannya: tergantung. Pasta segar hancur di dalam mulut dan sangat enak bila dicampur dengan saus-saus tertentu. Kita tidak bisa menyamaratakan. Baik saus biasa maupun saus yang berkualitas cocok untuk pasta segar dan pasta kering.

7. Berapa banyak pasta yang dimasak? Bila Anda menghidangkan pasta sebagai makanan utama, 500 g pasta akan segera habis dilahap untuk empat orang yang sedang lapar-laparnya. Bila sebagai makanan pembuka, 500 g pasta bisa untuk delapan orang.

8. Berapa banyak saus yang dipergunakan? Di Italia, pasta merupakan makanan utama. Tentu saus perlu tetapi pasta merupakan makanan yang sangat enak dan masuk ke jenis makanan utama. Jadi, saus hanya sebagai tambahan saja. Tidak perlu terlalu banyak.

9. Bila saus pasta mengering, apa yang harus kita lakukan? Campurkan secukupnya air bekas merebus pasta untuk melunakkan saus tersebut.

10 Tips mencoba Resep Baru

Tuesday, May 17th, 2005

10 TRIK SUKSES MENCOBA RESEP BARU

Pernah gagal saat mencoba resep masakan baru? Jangan buru-buru patah arang. Mungkin ada satu hal yang Anda tidak lakukan sehingga masakan tidak berhasil diwujudkan. Nah, 10 trik berikut ini akan membuat "percobaan" Anda berhasil.
KLIK - Detail
1 Pertama-tama, baca baik-baik keseluruhan resep sebelum mulai memasak. Sering terjadi kita tidak mengenal jenis bahan makanan, alat masak, atau bumbu yang disebutkan dalam resep. Akhirnya, percobaan cuma berlangsung setengah jalan dan tak dapat diselesaikan karena alatnya tidak cocok atau bumbu tak ada. Misalnya, untuk membuat barbeque, Anda sudah harus tahu benar, harus menyiapkan alat pemanggang, arang, dan lainnya. Atau untuk membuat cake keju, Anda memerlukan loyang besar. Nah, penuhi semua kebutuhan sebelum memulai pekerjaan.

2 Baca bagian "Catatan" atau "Tips" di setiap resep yang akan Anda coba. Bagian ini akan menolong Anda memperoleh petunjuk berarti dalam proses pembuatan masakan.
Mungkin juga catatan tadi dibuat oleh Anda sendiri ketika pertama kali mencoba resep tersebut. Misalnya, di situ Anda menulis, "Air harus dikurangi, tambahkan lagi sedikit garam," dan sebagainya.

3 Usahakan untuk mengetahui bagaimana kira-kira hasilnya sebelum memulai. Misalnya, Anda mencoba beberapa resep dari satu jenis masakan dan akhirnya jadi tahu bagaimana cara membuat adonan yang lebih enak dan dalam jumlah banyak.

4 Untuk resep yang membutuhkan putih telur, cara termudah memisahkan putih telur dari kuningnya adalah dengan memecahkan telur menjadi dua, buang putih telur dan tahan agar kuning telur tak ikut "turun". Masukkan kuning telur mangkuk lainnya. Dengan begitu, Anda mengurangi risiko putih telur tercampur. Atau gunakan corong. Soalnya, banyak kue yang gagal dibuat jika ada sedikit kuning telur tercampur di putihnya.

KLIK - Detail 5 Beri tanda pada bagian-bagian resep yang harus menggunakan piring, mangkuk, atau cetakan khusus. Beberapa resep seperti saus, dressing, membutuhkan piring khusus yang mungkin dapat Anda cari atau buat sebelum mulai mencoba resep.

6 Jika membuat makanan atau minuman yang menggunakan cokelat, Anda dapat menambahkan rasa dengan memberi sedikit vanila. Ini bisa diterapkan, misalnya saat membuat es cokelat. Vanila akan membuat rasa es lebih nikmat.

7 Kalau harus memakai oven, sebaiknya sekurang-kurangnya 15 menit sebelumnya oven dipanaskan.

8 Untuk resep hamburger, daging yang tipis akan memberi hasil lebih baik. Simpan daging terlebih dahulu di freezer selama semalam agar tidak pecah saat dimasak. Setelah benar-benar beku, keluarkan dari lemari pendingin, siap untuk dipanggang atau digoreng selama 3­7 menit untuk satu sisi.

9 Jika membuat kue kering, agar mudah dan cepat, buatlah dengan bentuk yang sama. Misalnya, menggulung adonan dengan lingkaran seperti yang diinginkan, kemudian potong berbentuk lingkaran dengan pisau yang tajam.

10 Setiap kali memasak, jangan pernah lupa memeriksa alat pengukur suhu di oven, apakah masih akurat. Hal ini untuk menjaga kualitas masakan Anda. Selamat berkreasi!

KENALI GAYA BELAJAR ANAK SEBELUM MENGAJARNYA

Tuesday, May 17th, 2005

KENALI GAYA BELAJAR ANAK SEBELUM MENGAJARNYA

Pada dasarnya para orang tua dan para guru menyadari, cara belajar anak berbeda satu dan lainnya dan kegiatan tertentu bisa jadi menarik buat satu anak, tetapi belum tentu menarik buat anak yang lain. Berdasar pemikirin "kuno" mengenai pengajaran, dikatakan bahwa ada cara tertentu untuk mempelajari keterampilan khusus. Sebagai orang tua, kita seringkali frustrasi menghadapi anak-anak kita yang tidak mengerti apa yang kita ajarkan. Bila kita bisa mengerti intelegensia dan cara belajar anak, kita dapat mengetahui cara terbaik bagi si kecil untuk belajar dengan baik.

Untuk mengerti cara belajar anak kita, perhatikan mereka pada waktu mereka bermain. Mainan apa yang disukainya? Mungkin saja mainan yang menarik buat anak Anda ternyata mainan yang umum. Tapi bisa juga mereka menyukai benda-benda dengan warna yang ceria, sesuatu yang unik, atau benda-benda mengeluarkan suara. Perhatikan pula cara dia bermain. Apakah dia cenderung memperhatikan mainan tersebut dengan cermat atau memegang dan merasakan mainan tersebut di tangan mereka? Bisa jadi dia tidak begitu tertarik dengan mainan yang berputar dan bergerak.
KLIK - Detail
Perhatikan juga pada saat Anda membacakannya buku sebelum tidur. Bagian mana yang paling menarik hatinya? Apakah dia memperhatikan gambar di buku itu atau malah memperhatikan nada suara Anda saat bercerita, menyentuh gambar-gambar yang ada di buku, atau melompat ke pangkuan Anda dan menirukan gaya dari karakter yang Anda ceritakan?

Sebagian besar anak mempunyai integensia yang berbeda-beda dan cara belajar yang berbeda pula. Hal ini dapat terbentuk dari cara yang juga berbeda-beda. Bila ternyata mereka tak punya perhatian khusus terhadap mainan/permainan tertentu, berarti anak Anda memiliki intelegensia dasar atau ia belum cukup umur untuk mengembangkan hobinya. Dalam kasus-kasus tertentu, Anda dapat mulai memerhatikan kegemaran mereka mulai dari usia 2 tahun. Dengan demikian, si kecil akan memberikan respons terhadap aktivitas tertentu.

Dengan memahami intelegensia secara individu dan cara belajarnya, berarti Anda dapat memberi cara belajar yang berbeda-beda pada anak. Tak perlu ragu mengajarinya agar dia dapat menguasai keahlian tertentu. Mengajarkannya hal-hal baru sambil bermain, tidak membuat frustrasi bahkan dapat membuatnya senang belajar.

ANEKA KEMAMPUAN
Salah satu keuntungan dari teori mengenai beragam intelegensia adalah memberi para orang tua beberapa pilihan. Jika anak tidak merespons kegiatan tertentu, banyak cara lain bisa dicoba. Jika anak cenderung menyukai musik, misaknya, pastikan alat musik tersebut tersedia buat dia. Memutar lagu sepanjang hari membuatnya bersemangat melakukan berbagai aktivitas. Bila dia mempunyai fisik yang kuat atau otot yang kinetis, Anda dapat mengajaknya bermain lompat-lompatan ketika sedang antre di pertokoan, sehingga ia tak bosan dan mulai rewel.

Pada saat Anda mencoba mengerti cara belajar anak (yang berarti membantu Anda melihat kelebihannya), penting pula memberinya kesempatan memperbaiki kesalahan atau kelemahannya.

Berikut tipe-tipe intelegensia yang dapat membuat seorang anak unggul untuk kegiatan-kegiatan tertentu.

Ilmu Bahasa
Kepekaan terhadap arti dan perintah dari kata-kata.

Anak-anak yang menyukai bahasa biasanya suka mengembangkan kata-kata dan suka bercanda, membuat teka-teki, guyon, membaca, menulis, bercerita, dan bermain dengan permainan yang mempergunakan kata-kata.

Cara terbaik untuk memotivasi anak-anak dengan kemampuan berbahasa adalah dengan membuat eksperimen dalam ilmu pengetahuan. Misalnya, memberinya semangat untuk membuat gambar dan rajin menulis/mencatat apa yang dilakukan dan yang diperhatikannya. Untuk membantu dia agar mengerti konsep berhitung, karanglah cerita di mana karakter di dalam cerita tersebut menghitung banyak benda. Ambil secarik kertas, tuliskan obyeknya, sediakan buku cerita yang berbeda-beda, dan juga kaset.

Ilmu Matematika
Kemampuan untuk menghubung kan sebab-akibat dan mengerti apa yang dimaksud.
Anak-anak yang menyukai matematika senang bermain dengan angka, selalu ingin tahu bagaimana sesuatu terjadi, banyak bertanya, mengumpulkan benda-benda dan menyimpan baik-baik koleksi mereka.

Agar mereka tertarik pada buku bergambar, minta mereka mengklasifikasi macam-macam benda atau binatang-binatang yang ada di buku. Meminta mereka membedakan suara dari alat-alat musik juga merupakan cara baik untuk membantunya mengembangkan konsep musik.

Benda-benda yang cocok untuk mereka adalah "puzzle", balok-balok, atau benda-banda yang dapat menggantikan fungsi "puzzle" dan balok.

Otot Kinestetis
Kemampuan menggerakkan badan dan memegang benda dengan cekatan.

Anak-anak jenis ini menyukai olah raga dan aktif secara fisik. Mereka cenderung menggunakan bahasa tubuh, menari, bergerak, atau menirukan gaya orang. Anak-anak dengan kemampuan ini cenderung belajar dengan baik melalui permainan yang memakai gerakan, misalnya bermain sandiwara. Mengajaknya bermain jengket dapat membantunya mengerti konsep matematik dengan mudah.

Latihan yang baik buat mereka adalah dengan memerhatikan sejauh mana mereka melemparkan benda-benda dengan bentuk yang berbeda-beda. Cobalah dengan menyiapkan selimut, kain, serta rak handuk atau tiang untuk bermain sandiwara, lompat karung, dan permainan berbau olahraga lain yang sesuai dengan umurnya.

Musikal
Kepekaan untuk memadukan melodi, irama, dan nada.

Anak-anak ini gemar mendengarkan musik dan memainkan alat musik, menyanyi, bersenandung, memainkan irama, menciptakan serta menirukan lagu. Minta mereka menyanyi dan merekamnya adalah cara yang baik untuk mengajak dia melakukan aktivitas. Agar dia dapat memahami konsep matematika dengan mudah, ajak dia menghitung dentuman pada drum atau membuat pola musik pada alat musik.

Sediakan benda-benda yang dapat digunakan sebagai alat musik (dapat juga menggunakan peralatan dapur yang dapat mengeluarkan suara), kaset, dan bermacam-macam lagu serta suara untuk didengarkan.

Ruang
Kemampuan untuk memahami dunia dengan cekatan dan menciptakan atau merubah bentuk aspek dari dunia tersebut.

Anak-anak yang termasuk dalam jenis ini suka melukis, menggambar, membuat balok-balok, bermain "puzzle" dan permainan seperti labirin. Permainan-permainan ini dapat mereka lakukan dengan cepat.

Daya tangkap mereka lebih cepat melalui foto/gambar daripada menjelaskannya secara lisan. Untuk mengajak mereka melakukan eksperimen, minta mereka untuk menggambarkan apa yang dilihatnya. Sediakan buku-buku yang berwarna cerah dengan tulisan yang besar dan peralatan lukis.

Pencinta alam
Mengenal dan mengklasifikasikan spesies, flora dan fauna.

Anak-anak yang termasuk jenis ini senang bermain di luar rumah, memerhatikan tanaman, mengumpulkan batu-batu, memerhatikan serangga, dan tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan alam.

Sebaiknya gunakan foto-foto/gambar-gambar dan buku-buku mengenai binatang dan alam untuk mengajarkan mereka berbagai topik. Mengajaknya keluar rumah untuk mempelajari konsep sebab-akibat adalah cara yang tepat. Terrarium, mikroskop, dan memberi makanan pada burung adalah kegiatan yang cocok untuk mereka.

Antar-individu
Mengerti orang lain dan hubungan antar-individu.

Anak-anak yang termasuk jenis ini mempunyai banyak teman dan cenderung menjadi penengah di antara teman-temannya. Mereka cocok bermain dalam permainan kelompok. Sebaiknya ajak anak mengikuti permainan yang berkelompok dan diskusi-diskusi. Melakukan eksperimen ilmu pengetahuan dengan teman-temannya adalah cara terbaik untuk dia. Mereka suka bermain dengan boneka dan benda-benda kecil.

Per individu
Kemampuan menggunakan emosi untuk memahami orang lain.

Anak-anak ini dapat mengontrol emosi mereka dan mereka senang memperhatikan serta mendengarkan. Mereka lebih cocok bila bekerja sendiri. Tunjukkan antusiasme Anda dengan menanyakan kepada mereka bagaimana perasaan mereka terhadap pengalaman baru dan ajak mereka mengembangkan topik tersebut dengan cara mereka.

Untuk mengajak anak-anak yang termasuk jenis ini melakukan latihan ilmu pengetahuan adalah dengan meminta mereka melukiskan pengalaman dan perasaan mereka. Kamera, buku gambar, buku harian adalah yang diperlukannya untuk mencatat apa yang dirasakan dan dilihatnya.

KENALI GAYA BELAJAR ANAK SEBELUM MENGAJARNYA

Tuesday, May 17th, 2005

KENALI GAYA BELAJAR ANAK SEBELUM MENGAJARNYA

Pada dasarnya para orang tua dan para guru menyadari, cara belajar anak berbeda satu dan lainnya dan kegiatan tertentu bisa jadi menarik buat satu anak, tetapi belum tentu menarik buat anak yang lain. Berdasar pemikirin "kuno" mengenai pengajaran, dikatakan bahwa ada cara tertentu untuk mempelajari keterampilan khusus. Sebagai orang tua, kita seringkali frustrasi menghadapi anak-anak kita yang tidak mengerti apa yang kita ajarkan. Bila kita bisa mengerti intelegensia dan cara belajar anak, kita dapat mengetahui cara terbaik bagi si kecil untuk belajar dengan baik.

Untuk mengerti cara belajar anak kita, perhatikan mereka pada waktu mereka bermain. Mainan apa yang disukainya? Mungkin saja mainan yang menarik buat anak Anda ternyata mainan yang umum. Tapi bisa juga mereka menyukai benda-benda dengan warna yang ceria, sesuatu yang unik, atau benda-benda mengeluarkan suara. Perhatikan pula cara dia bermain. Apakah dia cenderung memperhatikan mainan tersebut dengan cermat atau memegang dan merasakan mainan tersebut di tangan mereka? Bisa jadi dia tidak begitu tertarik dengan mainan yang berputar dan bergerak.
KLIK - Detail
Perhatikan juga pada saat Anda membacakannya buku sebelum tidur. Bagian mana yang paling menarik hatinya? Apakah dia memperhatikan gambar di buku itu atau malah memperhatikan nada suara Anda saat bercerita, menyentuh gambar-gambar yang ada di buku, atau melompat ke pangkuan Anda dan menirukan gaya dari karakter yang Anda ceritakan?

Sebagian besar anak mempunyai integensia yang berbeda-beda dan cara belajar yang berbeda pula. Hal ini dapat terbentuk dari cara yang juga berbeda-beda. Bila ternyata mereka tak punya perhatian khusus terhadap mainan/permainan tertentu, berarti anak Anda memiliki intelegensia dasar atau ia belum cukup umur untuk mengembangkan hobinya. Dalam kasus-kasus tertentu, Anda dapat mulai memerhatikan kegemaran mereka mulai dari usia 2 tahun. Dengan demikian, si kecil akan memberikan respons terhadap aktivitas tertentu.

Dengan memahami intelegensia secara individu dan cara belajarnya, berarti Anda dapat memberi cara belajar yang berbeda-beda pada anak. Tak perlu ragu mengajarinya agar dia dapat menguasai keahlian tertentu. Mengajarkannya hal-hal baru sambil bermain, tidak membuat frustrasi bahkan dapat membuatnya senang belajar.

ANEKA KEMAMPUAN
Salah satu keuntungan dari teori mengenai beragam intelegensia adalah memberi para orang tua beberapa pilihan. Jika anak tidak merespons kegiatan tertentu, banyak cara lain bisa dicoba. Jika anak cenderung menyukai musik, misaknya, pastikan alat musik tersebut tersedia buat dia. Memutar lagu sepanjang hari membuatnya bersemangat melakukan berbagai aktivitas. Bila dia mempunyai fisik yang kuat atau otot yang kinetis, Anda dapat mengajaknya bermain lompat-lompatan ketika sedang antre di pertokoan, sehingga ia tak bosan dan mulai rewel.

Pada saat Anda mencoba mengerti cara belajar anak (yang berarti membantu Anda melihat kelebihannya), penting pula memberinya kesempatan memperbaiki kesalahan atau kelemahannya.

Berikut tipe-tipe intelegensia yang dapat membuat seorang anak unggul untuk kegiatan-kegiatan tertentu.

Ilmu Bahasa
Kepekaan terhadap arti dan perintah dari kata-kata.

Anak-anak yang menyukai bahasa biasanya suka mengembangkan kata-kata dan suka bercanda, membuat teka-teki, guyon, membaca, menulis, bercerita, dan bermain dengan permainan yang mempergunakan kata-kata.

Cara terbaik untuk memotivasi anak-anak dengan kemampuan berbahasa adalah dengan membuat eksperimen dalam ilmu pengetahuan. Misalnya, memberinya semangat untuk membuat gambar dan rajin menulis/mencatat apa yang dilakukan dan yang diperhatikannya. Untuk membantu dia agar mengerti konsep berhitung, karanglah cerita di mana karakter di dalam cerita tersebut menghitung banyak benda. Ambil secarik kertas, tuliskan obyeknya, sediakan buku cerita yang berbeda-beda, dan juga kaset.

Ilmu Matematika
Kemampuan untuk menghubung kan sebab-akibat dan mengerti apa yang dimaksud.
Anak-anak yang menyukai matematika senang bermain dengan angka, selalu ingin tahu bagaimana sesuatu terjadi, banyak bertanya, mengumpulkan benda-benda dan menyimpan baik-baik koleksi mereka.

Agar mereka tertarik pada buku bergambar, minta mereka mengklasifikasi macam-macam benda atau binatang-binatang yang ada di buku. Meminta mereka membedakan suara dari alat-alat musik juga merupakan cara baik untuk membantunya mengembangkan konsep musik.

Benda-benda yang cocok untuk mereka adalah "puzzle", balok-balok, atau benda-banda yang dapat menggantikan fungsi "puzzle" dan balok.

Otot Kinestetis
Kemampuan menggerakkan badan dan memegang benda dengan cekatan.

Anak-anak jenis ini menyukai olah raga dan aktif secara fisik. Mereka cenderung menggunakan bahasa tubuh, menari, bergerak, atau menirukan gaya orang. Anak-anak dengan kemampuan ini cenderung belajar dengan baik melalui permainan yang memakai gerakan, misalnya bermain sandiwara. Mengajaknya bermain jengket dapat membantunya mengerti konsep matematik dengan mudah.

Latihan yang baik buat mereka adalah dengan memerhatikan sejauh mana mereka melemparkan benda-benda dengan bentuk yang berbeda-beda. Cobalah dengan menyiapkan selimut, kain, serta rak handuk atau tiang untuk bermain sandiwara, lompat karung, dan permainan berbau olahraga lain yang sesuai dengan umurnya.

Musikal
Kepekaan untuk memadukan melodi, irama, dan nada.

Anak-anak ini gemar mendengarkan musik dan memainkan alat musik, menyanyi, bersenandung, memainkan irama, menciptakan serta menirukan lagu. Minta mereka menyanyi dan merekamnya adalah cara yang baik untuk mengajak dia melakukan aktivitas. Agar dia dapat memahami konsep matematika dengan mudah, ajak dia menghitung dentuman pada drum atau membuat pola musik pada alat musik.

Sediakan benda-benda yang dapat digunakan sebagai alat musik (dapat juga menggunakan peralatan dapur yang dapat mengeluarkan suara), kaset, dan bermacam-macam lagu serta suara untuk didengarkan.

Ruang
Kemampuan untuk memahami dunia dengan cekatan dan menciptakan atau merubah bentuk aspek dari dunia tersebut.

Anak-anak yang termasuk dalam jenis ini suka melukis, menggambar, membuat balok-balok, bermain "puzzle" dan permainan seperti labirin. Permainan-permainan ini dapat mereka lakukan dengan cepat.

Daya tangkap mereka lebih cepat melalui foto/gambar daripada menjelaskannya secara lisan. Untuk mengajak mereka melakukan eksperimen, minta mereka untuk menggambarkan apa yang dilihatnya. Sediakan buku-buku yang berwarna cerah dengan tulisan yang besar dan peralatan lukis.

Pencinta alam
Mengenal dan mengklasifikasikan spesies, flora dan fauna.

Anak-anak yang termasuk jenis ini senang bermain di luar rumah, memerhatikan tanaman, mengumpulkan batu-batu, memerhatikan serangga, dan tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan alam.

Sebaiknya gunakan foto-foto/gambar-gambar dan buku-buku mengenai binatang dan alam untuk mengajarkan mereka berbagai topik. Mengajaknya keluar rumah untuk mempelajari konsep sebab-akibat adalah cara yang tepat. Terrarium, mikroskop, dan memberi makanan pada burung adalah kegiatan yang cocok untuk mereka.

Antar-individu
Mengerti orang lain dan hubungan antar-individu.

Anak-anak yang termasuk jenis ini mempunyai banyak teman dan cenderung menjadi penengah di antara teman-temannya. Mereka cocok bermain dalam permainan kelompok. Sebaiknya ajak anak mengikuti permainan yang berkelompok dan diskusi-diskusi. Melakukan eksperimen ilmu pengetahuan dengan teman-temannya adalah cara terbaik untuk dia. Mereka suka bermain dengan boneka dan benda-benda kecil.

Per individu
Kemampuan menggunakan emosi untuk memahami orang lain.

Anak-anak ini dapat mengontrol emosi mereka dan mereka senang memperhatikan serta mendengarkan. Mereka lebih cocok bila bekerja sendiri. Tunjukkan antusiasme Anda dengan menanyakan kepada mereka bagaimana perasaan mereka terhadap pengalaman baru dan ajak mereka mengembangkan topik tersebut dengan cara mereka.

Untuk mengajak anak-anak yang termasuk jenis ini melakukan latihan ilmu pengetahuan adalah dengan meminta mereka melukiskan pengalaman dan perasaan mereka. Kamera, buku gambar, buku harian adalah yang diperlukannya untuk mencatat apa yang dirasakan dan dilihatnya.

Balado Petai Campur Ikan Teri

Tuesday, May 17th, 2005

KLIK - DetailBahan:
3 papan petai tua
250 gr teri tawar, goreng
2 sdt air jeruk nipis
minyak untuk menggoreng

Haluskan:
100 gr cabai merah
100 gr cabai keriting
6 bh bawang merah
2 sdt air jeruk nipis
1 sdt garam

Cara membuat:
1. Potong pinggir kulit petai, lalu iris tipis-tipis bersama kulitnya. Goreng petai hingga kering, angkat. Goreng teri hingga kuning, angkat.
2. Panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan kering, tuang air jeruk nipis, aduk rata.
3. Masukkan petai dan teri, aduk rata.

Untuk 6 orang

Satai Terik Tahu tempe

Tuesday, May 17th, 2005


KLIK - DetailBahan:
200 gr tempe, potong persegi kecil-kecil
200 gr tahu putih 2 x 8 x 8 cm
3 sdm minyak untuk menumis
2 lbr daun jeruk
1 lbr daun salam
250 ml santan
1 sdm air asam jawa

Haluskan:
1 sdt ketumbar
1/8 sdt jinten
1/2 sdt lada
3 btr kemiri
6 bh bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt garam
1 sdt gula merah

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan daun jeruk, salam, masak hingga bumbu matang.
2. Tuang santan, didihkan, tambahkan tempe dan tahu, masak sampai santan mengental.
3. Angkat, kemudian tusukkan tempe dan tahu secara berselang-seling dengan tusukkan sate.
4. Panggang di atas bara api kecil sambil diolesi bumbu.
5. Angkat, sajikan dengan nasi hangat dan sambal.

Untuk 8 tusuk

Chicken Steam

Tuesday, May 17th, 2005

Chicken Steam

KLIK - DetailBahan:
125 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
1 btr telur, kocok lepas
300 ml santan

Isi:
2 sdm margarin
2 lbr daun pandan
1 btg serai, memarkan
1 cm lengkuas, memarkan
200 gr ayam cincang halus
100 ml santan
1/2 sdt garam
1 sdt gula merah
daun pisang untuk pembungkus
lidi untuk menyemat

Bumbu halus:
6 bh bawang merah
3 siung bawang putih
2 btr kemiri
1 sdt ketumbar sangrai
1/2 sdt lada halus

Kuah santan:
250 ml santan
1/2 sdt garam
1 sdm tepung beras, larutkan dengan sedikit air

Cara membuat:
1. Campur tepung terigu dan garam, masukkan telur kocok, aduk sambil dituangi santan sedikit demi sedikit, hingga adonan licin. Buat dadar tipis-tipis bergaris tengah 18 cm, sisihkan.
2. Isi: panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan daun jeruk, serai, dan lengkuas. Tambahkan ayam cincang, aduk hingga ayam berubah warna dan matang. Masukkan santan, garam, gula, masak hingga semua bahan matang dan santan mengering. Angkat, biarkan dingin.
3. Masak bahan kuah santan hingga mendidih dan kental.
4. Penyelesaian: ambil satu lembar dadar, taruh 1 sdm adonan isi di atasnya, lipat bentuk amplop, lakukan hingga bahan habis.
5. Didihkan air dalam dandang. Ambil selembar daun pisang, taruh dadar di atasnya, tuangi 2 sdm kuah santan, bungkus bentuk tum, semat atasnya dengan lidi. Lakukan hingga adonan habis, lalu kukus selama 30 menit.

Untuk 12 buah

Bread Custard

Tuesday, May 17th, 2005


KLIK - DetailBahan:
100 gr gula pasir
5 btr telur ayam
300 ml susu segar
1 sdm mentega, leleh
1/2 sdt kayumanis bubuk
10 lembar roti tawar
525 gr buah apricot, tiriskan
100 gr kismis
4 sdm gula palem
50 gr mentega
1 sdt kayumanis bubuk
50 gr potongan mentega beku

Cara membuat:
1. Kocok gula dan telur hingga gula larut, masukkan susu dan mentega leleh, tambahkan kayumanis bubuk, aduk rata. Sisihkan.
2. Potong-potong lembaran roti tawar menjadi bentuk segitiga.
3. Olesi pinggan tahan panas dengan mentega, susun irisan roti tawar selang-seling dengan irisan apricot.
4. Lalu tuang adonan susu telur, dan taburi kismis, gula palem dan potongan mentega beku.
5. Panggang dalam oven panas bersuhu 160 derajat celcius hingga matang dan kecokelatan permukaanya. Angkat, taburi kayumanis bubuk. Sajikan hangat-hangat.

Untuk 8 porsi