Archive for July, 2005

BAHAYA DI BALIK PIRING-PIRING CANTIK

Friday, July 22nd, 2005


Anda suka pakai peralatan makan dari melamin? Hati-hati, lo, karena dibalik sosoknya yang cantik serta harganya yang murah meriah, ada bahaya mengintai. Banyak yang mengandung formalin berkadar tinggi yang membahayakan kesehatan. Bagaimana menyiasatinya agar aman?

Beberapa hari lalu, Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) melansir hasil penelitian mengenai kandungan formalin dalam wadah-wadah melamin. Penelitian yang dilakukan bulan September 2004 lalu itu membuahkan hasil yang mengejutkan. Peralatan makan dari melamin yang kini amat mudah ditemui di pasaran, banyak yang mengandung formalin dalam konsentrasi tinggi.

Ilyani S. Andang, peneliti YLKI, menegaskan, penelitian dilakukan terhadap 10 merek produk melamin. "Enam merek diantaranya adalah produk impor, sedangkan sisanya adalah produk lokal," ujarnya. Produk yang diambil contoh adalah peralatan makan yang dijual di pasar-pasar tradisional serta pertokoan yang dijual dengan harga murah. "Ada yang Rp 10.000 dapat tiga buah."
KLIK - Detail
Ilyani dan tim-nya sengaja memilih produk-produk yang beragam. "Ada yang dengan jelas mencantumkan merek, ada pula yang tidak," imbuhnya. Dari yang tidak ada mereknya ini, banyak yang hanya mencantumkan nomor-nomor. "Enggak tahu juga apa artinya nomor-nomor tersebut. Tapi yang jelas produk-produk tersebut tidak bisa diketahui siapa yang memproduksi."

Formalin Tinggi
Contoh-contoh produk yang akan diteliti kemudian disiram dengan air panas. "Tetapi ternyata tidak cukup hanya disiram dengan air panas, karena formalin sifatnya cepat menguap, sehingga tidak bisa diteliti," urai Ilyani mengenai mekanisme penelitian yang dilakukannya. Akhirnya, Ilyani memutuskan untuk merebus wadah-wadah tersebut, dengan pertimbangan, "Para ibu rumahtangga suka merebus peralatan makannya untuk sterilisasi, bukan?"

Dari hasil air rebusan yang kemudian dibawa ke Laboratorium Kimia Universitas Indonesia, ini didapatkan hasil, bahwa kandungan formalin pada hampir semua produk yang diteliti, ternyata sangat tinggi. "Nilainya beragam, antara 4,76 ­ 9,22 miligram per liter," ungkap Ilyani. Tingginya kandungan formalin ini sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi. "Akumulasi formalin yang tinggi di dalam tubuh bisa menyebabkan beragam penyakit. Bahkan penyakit kanker yang mematikan."

Dari kenyataan tersebut, Ilyani khawatir, jika para konsumen tidak tahu cara yang tepat menggunakan piranti melamin tersebut, akan terkena dampak negatif dari tingginya kadar formalin yang terdapat di sana. "Sebetulnya, asal tidak dipakai untuk makanan atau minuman panas, sih, aman-aman saja. Yang bahaya, kan, jika wadah-wadah ini dipakai untuk menaruh bahan makanan panas," paparnya, sembari mencontohkan, perangkat melamin kerap digunakan untuk membuat minuman teh, kopi, atau makanan berkuah panas.

Di Sekitar Kita
Apa itu formalin? Menurut Drs. Bambang Wispriyono, Apt, PhD, formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kandungan 30-40 persen. Di pasaran, formalin bisa ditemukan dalam bentuk yang sudah diencerkan, dengan kandungan formaldehid 10-40 persen. "Formalin sudah sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di industri makanan, misalnya, formalin dipakai untuk membuat makanan lebih awet. Misalnya saja untuk tahu, mi, atau bakso."

Di industri kecantikan formalin biasa dipakai di produk cat kuku. "Di perikanan, formalin digunakan untuk menghilangkan bakteri yang biasa hidup di sisik ikan," ungkap Wakil Dekan I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.

Menurut Bambang, formaldehid memiliki banyak fungsi, diantaranya sebagai pengawet, serta anti bakteri. "Formaldehid juga dipakai untuk reaksi kimia yang bisa membentuk ikatan polimer, dimana salah satu hasilnya adalah menimbulkan warna produk menjadi lebih "muncul". Itu sebabnya formaldehid dipakai di industri plastik."

Formalin masuk ke dalam tubuh manusia melalui dua jalan, yaitu mulut dan pernapasan. "Sebetulnya, sehari-hari kita menghirup formalin dari lingkungan sekitar." Kata Bambang, polusi yang dihasilkan oleh asap knalpot dan pabrik, mengandung formalin yang mau tidak mau kita hirup, kemudian masuk ke dalam tubuh. "Begitupula dari asap rokok," tandasnya. Bahkan, air hujan yang jatuh ke bumi pun sebetulnya mengandung formalin. 

Sebabkan Kanker
Di dalam tubuh, jika terakumulasi dalam jumlah besar, formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungan dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel, sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.

KLIK - Detail Bambang menegaskan, akumulasi formalin yang tinggi di dalam tubuh akan menyebabkan berbagai keluhan, misalnya iritasi lambung dan kulit, muntah, diare, serta alergi. "Bahkan bisa menyebabkan kanker, karena formalin bersifat karsinogenik."

Khusus mengenai sifatnya yang karsinogenik, Bambang mengingatkan, formalin termasuk ke dalam karsinogenik golongan IIA. "Golongan I adalah yang sudah pasti menyebabkan kanker, berdasarkan uji lengkap. Sedangkan golongan IIA baru taraf diduga, karena data hasil uji pada manusia masih kurang lengkap."

Bambang menekankan, dalam jumlah sedikit, formalin akan larut dalam air, serta akan dibuang ke luar bersama cairan tubuh. "Itu sebabnya formalin sulit dideteksi keberadaannya di dalam darah."
Tetapi, Bambang mengingatkan, imunitas tubuh sangat berperan dalam berdampak tidaknya formalin di dalam tubuh. "Jika imunitas tubuh rendah, sangat mungkin formalin dengan kadar rendah pun bisa berdampak buruk terhadap kesehatan," cetusnya.

Menanggapi hasil penelitian YLKI, Bambang sedikit ragu melihat angkanya yang dinilainya sangat tinggi. "Apa betul, ya, angkanya segitu? Jika betul, itu berarti tinggi sekali, lo. Menurut IPCS (International Programme on Chemical Safety), secara umum ambang batas aman di dalam tubuh adalah 1 miligram per liter," tandasnya. Perlu diketahui, IPCS adalah lembaga khusus dari tiga organisasi di PBB, yaitu ILO, UNEP, serta WHO, yang mengkhususkan pada keselamatan penggunaan bahan kimiawi.

KLIK - Detail Meskipun diakui berbahaya jika terakumulasi di dalam tubuh, namun Bambang melihat, sangatlah tidak bijaksana jika melarang penggunaan formalin. "Bagaimanapun, industri memerlukan formalin," katanya. "Yang penting, kita harus bijaksana dalam menggunakannya, misalnya dengan cara tidak menggunakannya pada makanan."

BAGAIMANA MENYIKAPINYA?
1. Tenang
Meskipun harus waspada, hendaknya jangan lantas menjadi paranoid, alias curigaan. "Tidak perlu lah sampai harus emoh memakai perangkat melamin sama sekali. Itu namanya paranoid. Lagipula, tidak semua wadah melamin mengandung formalin berlebihan, bukan?" kata Bambang.
Yang penting, menurutnya, konsumen harus jeli dengan memperhatikan kualitas barang serta harganya. "Kalau produknya mudah sekali pudar atau kusam, itu berarti bahannya banyak yang
terkikis. Produk seperti ini perlu dihindari."

2. Dingin
Jika tidak yakin akan kualitas produk melamin yang Anda punya, sebaiknya jangan gunakan piranti makan tersebut untuk makanan serta minuman panas. "Untuk makanan dingin, sih, aman-aman saja, karena formalin yang sudah membentuk polimer sulit untuk terurai. Kalaupun terurai, pasti tidak 100 persen," papar Bambang.

3. Cermat

Dalam mengonsumsi bahan makanan, pilihlah yang tidak mengandung formalin. "Kalau tahu tahan sampai berhari-hari, diduga keras mengandung formalin," ujar Bambang. Menurut situs WHO (lembaga PBB yang khusus menangani kesehatan), sebetulnya, makanan yang mengandung formalin memiliki bau yang khas, sehingga bisa dideteksi oleh orang awam sekalipun.

4. Pengawet Lain
Sebisanya, hindari penggunaan formalin sebagai bahan pengawet. "Jika bisa diganti dengan pengawet lain, itu lebih baik," saran Bambang. 

Gaya Centil Tas Santai

Friday, July 22nd, 2005


KLIK - DetailUntuk gaya yang lebih santai, kenakan tas-tas dengan desain unik. Bangkitkan gairah dan keceriaan dengan pilihan motif bunga-bunga dan warna-warna cerah. Nah, siapkan diri Anda untuk menjadi pusat perhatian saat menenteng tas-tas cantik ini.

Tips:
1. Untuk merawat tas-tas dari bahan kain, cuci dengan menggunakan sabun lembut. Angin-anginkan hingga kering.
2. Hindari sinar matahari langsung supaya warna tas tidak cepat kusam.

KLIK - Detail KLIK - Detail KLIK - Detail

KLIK - Detail

Tofu Cheese Cake

Tuesday, July 12th, 2005

Photo367 Cheesecake yang satu ini lebih ringan kandungan lemaknya sehingga relatif lebih sehat, terutama bagi yang menghindari kolesterol tinggi. Rasanya tak kalah lezat dg cake yg lain.. Coba in yuk..!

Bahan:

  • 125 Biskuit Crackers
  • 60 ml minyak non kolesterol
  • 1 sdm gula halus

Isi:

  • 125 g cream cheese
  • 250 g silikon tofu
  • 80 g gula kastor
  • 2 btr putih telur
  • 1 sdm maizena
  • 100 ml whipped cream cair
  • 2 sdt kulit jeruk lemon (diparut)

Cara Membuat :

  • Siapkan loyang spring form bulat. Beri aluminium foil dibagian dasarnya. Siapkan loyang yang lebih besar. Panaskan oven hingga bersuhu 175°C.Campur bsikuit gula dan mentega tawar, aduk rata.
  • Padatkan pada dasar loyang, lalu simpan di dalam lemari pendingin selama 1 jam
  • Kocok cream cheese, silkon tofu dan gula dengan kecepatan rendah hingga gula larut, tambahkan maizena kocok terus hingga rata, tambahkan putih telur sedikit-sedikit, tambahkan kulit jeruk lemon dan whipped cream
  • Tuang kedalam loyang
  • Tempatkan loyang cheese cake pada loyang yg lebih besar, beri air setinggi 2.5 cm Panggang selama 80 menit, matikan oven biarkan dingin dlm oven. Lalu keluarkan dr dlm oven,dingin minimal 8 jam didalam lemari pendingin. Buka cetakan, lalu hias dg buah-buahan.

Catatan:

  1. Untuk lebih memperkecil jumlah lemak, dapat pula dipakai low fat cream cheese
  2. Silken tofu adalah tahu sutra yg dikemas dalam plastik berbentuk kotak
  3. Bagi anda yang menyiasati jumlah lemak dpt jg mengganti whipped cream dg yoghurt dlm jumlah yg sama.

Photo368 Photo369 Photo370 Photo371 Photo372

Resep Dasar Mayonnaise

Tuesday, July 12th, 2005

Mayonnaise01aa

Bahan yang diperlukan

  • 3 kuning telur
  • 500 ml miyak salad atau miyak jagung atau minyak goreng biasa
  • 1 bh jeruk lemon atau 3 bh jeruk nipis
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt gula

Cara membuat

Siapkan pyrex kecil tahan panas, lalu tumpang pada panci kecil berisi air mendidih setinggi 2 cm. Kocok kuning telur dengan kecepatan tinggi hingga pucat, lalu angkat pyrex dari air panas, kocok dengan kecepatan tinggi hingga dingin. Tuang minyak 1 sdt demi 1 sdt kedalam kuning telur sambil dikocok, terus lakukan hingga minyak habis dan terjadi emulsi yg kental. Peras jeruk lemon atau jeruk nipis, aduk. Masukkan garam dan gula, aduk hingga gula larut. Simpan dalam wadah bersih dan masukkan ke lemari es (tahan 1 minggu)

Mengendalikan Hawa Nafsu

Tuesday, July 12th, 2005

Web_2111_622103_1091021751 Setelah pulang dari perang Badar yang dahsyat, Rasulullah bersabda, "Kita baru saja pulang dari jihad yang kecil menuju jihad yang lebih besar yaitu jihadunnafs (jihad melawan nafsu). Begitulah di mata Allah, melawan hawa nafsu nilainya jauh lebih besar dibandingkan jihad pada perang Badar

MEMERANGI hawa nafsu sendiri, memang bukan masalah sepele. Bisa diumpamakan nafsu itu sebagai kuda, sedangkan hati nurani adalah penunggangnya. Sebagai seekor kuda dia akan menjadi kuda yang baik atau tidak sepenuhnya tergantung kepada penunggangnya. Maka bila ada orang yang selalu melampiaskan hawa nafsunya tanpa kontrol, itu tak lain karena yang menjadi penunggangnya bukan hati nurani melainkan syetan. Sebab bila syetan telah menguasai nafsu kita, kita akan mengikuti apa yang dibisikkannya, dan perilaku kita pun menjadi tak terkontrol. Tak heran bila Rasulullah selalu berpesan agar setiap manusia, setiap saat, selalu berdoa kepada Allah Swt., mohon dilindungi dari godaan syetan.

Sifat Hawa Nafsu

Ada sebuah kisah seorang mukmin yang masih muda melintasi rumah seorang perempuan kafir. la cantik namun suka bermaksiat. Perempuan itu tiba-tiba berteriak minta tolong. "Hai pemuda tolonglah saya." Pemuda tadi ragu namun akhirnya menghampiri rumah perempuan itu. Betapa kagetnya pemuda itu karena perempuan itu langsung menutup pintu dan menguncinya.

Wahai pemuda yang beriman, di sini kita hanya berdua dan ada anak kecil saja. Perempuan yang berniat jahat itu mulai menggodanya. "Pilihlah apa engkau mau minum arak atau bercinta denganku atau membunuh anak kecil itu?" "Tidak aku tak bisa melakukan itu semua." Perempuan itu tertawa dan memaksanya. Dia mengancam akan berteriak dan mengatakan kepada semua orang bahwa dirinya diperkosa.

Wajah pemuda itu merah, bingung. Karena imannya tak kuat maka ia memilih meminum arak dengan anggapan itulah dosa yang paling ringan. Maka ia pun meminum arak yang ada di botol. Tak lama kemudian pemuda itu mabuk, sehingga saat perempuan itu menggodanya untuk melakukan maksiat, pemuda itu tak bisa mengontrol dirinya walaupun ia telah berusaha keras.

Setelah bermaksiat perempuan itu lalu berkata, " Engkau telah minum minuman haram, lalu bermaksiat denganku, sedangkan anak kecil itu melihatmu." Karena kalut, tanpa pikir panjang diambilnya pedang itu dan dibunuhnyalah anak kecil tersebut. Sesaat ia terhenyak, "Astagfirullah! Ya Allah aku telah berbuat zalim dan membuat dosa terbesar…."

Pemuda itu menyesali dirinya, namun apa daya ibarat nasi telah menjadi bubur. Gara-gara tak bisa mengontrol hawa nafsu dia telah berbuat dosa besar.

Dan cerita di atas kita dapat mengambil hikmah bahwa hawa nafsu yang tak terkontrol bisa mengakibatkan penderitaan dan dosa yang besar. Karena memanglah demikian, bila kita melakukan satu kali, meski kecil, akan terus bersambung ke dosa besar, bila tak segera taubatan nasuha

Kiat Mengendalikan Nafsu

Nafsu tak terkontrol itu bukan hanya cerita dan mulut ke mulut. Pada masa kini maraknya pergaulan bebas menjadi contoh yang nyata. Karena tak kuat iman, maka nafsu pun menjadi raja di hati. Terjadilah maksiat dan si perempuan hamil. Urusan pun berlanjut, karena takut dan panik sang pria menyuruh menggugurkan Janin di rahim kekasihnya. Jadilah mereka pembunuh anak manusia yang tak berdaya! Dosa bertumpuk, bermaksiat, berzina, dan membunuh!

Karena itu hawa nafsu harus dikendalikan. Rasulullah telah mengajarkan untuk hidup dalam kesucian. Menjaga kesucian itu meliputi banyak hal mulai dan menjaga penglihatan, pendengaran sampai menjaga hati. Berikut ini ada kiat menjaga hal-hal tersebut, agar nafsu dapat ditanggulangi.

Menjaga Mata & Telinga

Tutup mata, tutup telinga terhadap dosa. Itu perintah yang sangat bijak, sebaliknya buka mata dan buka telinga untuk segala kebaikan yang berpahala. Ingatkan diri kita kalau melihat yang haram (aurat) nanti akan dibakar api neraka. Jangan membangunkan harimau tidur, kata pepatah. Jangan membangunkan nafsu, bila kita tahu bahwa kita tak mampu mengendalikannya.

Menjaga Mulut

Mulut ibarat pedang, bila kebenaran yang keluar maka selamatlah kita. Tapi bila hal yang tidak benar yang terucap, maka celakalah yang dihasilkan. Bicaralah hal-hal yang baik saja. Bila saat puasa Ramadhan kita mampu atau paling tidak mau berusaha untuk mengendalikan ucapan kita, mengapa hal itu tidak kita pertahankan? Selama ada pepatah diam itu emas, ada pula pesan Rasulullah tentang menjaga mulut mi, " bila belum bisa berbicara yang baik lebih baik diam."

Menjaga Perut

Makanan sangat berpengaruh pada perilaku. Untuk itu janganlah sampai perut kita diisi dengan makanan yang haram atau dari sumber yang haram atau bahkan subhat. Batasilah makanan. Hadist berisi nasehat yang bijak, makanlah bila lapar dan berhentilah sebelum kenyang, bukan saja baik untuk kesehatan tetapi juga merupakan salah satu latihan untuk mengendalikan nafsu.

Menjaga Hati

Hati adalah lentera. Hati adalah tahta di mana Allah Swt berbicara kepada manusia. Ingatlah pesan yang mulia Rasulullah, ada sesuatu yang kecil dalam diri kita, bila sesuatu itu baik maka baiklah semuanya, bila sesuatu itu buruk maka buruklah semua. Sesuatu itu adalah hati. Maka patutlah kita selalu menjaga hati sebaik mungkin •(NOOR)

Hijrah Tak Hanya di Bulan Muharram

Tuesday, July 12th, 2005

D5 Muharram memang identik dengan hijrah. Namun tidak lantas berarti bahwa hanya momentum ini tepat bagi kita untuk melakukan "hijrah". Menjadi lebih baik, bagaimanapun sepantasnya diupayakan setiap saat

BAIK dalam arti fisik maupun substansi, setiap saat adalah momentum yang baik untuk hijrah. Setiap pengalaman hidup juga potensial untuk menjadi sarana berhijrah. Kesuksesan maupun kegagalan. Anugerah maupun bencana. Semua bisa menjadi starting point yang mampu mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik dan bermakna. Demikian pula fase kehidupan manusia. Kelahiran. Pernikahan, perceraian, dan kematian. Semuanya bisa menjadi momentum yang sangat unik untuk berhijrah. Pengalaman Okky Asokawati dan pengalaman beberapa rekan yang telah dijabarkan di muka adalah contoh konkret upaya perubahan yang dapat dikatagorikan berhijrah adalah pengalaman spiritual yang tidak bisa dan tidak boleh dibatasi hanya pada momentum tahun baru Muharram.

Hijrah, Pengalaman Hidup, dan Konflik Batin

Setiap pribadi memiliki proses kehidupan yang berbeda. Artinya, pelajaran hidup yang dialaminya pun berbeda. Kita sering berujar, pengalaman adalah guru yang paling berharga. Kini sudah selayaknya kita berketetapan had bahwa pengalaman tidak hanya menjadi guru yang paling berharga, melainkan juga sebagai starting point bagi proses perpindahan kita menjadi manusia yang lebih "manusawi" dan berjiwa "rabbani". Maka, setiap pengalaman hidup pun seyogyanya bisa diolah menjadi momen yang tepat untuk berhijrah. Atau berpindah dari yang lebih buruk kepada yang baik. Dari yang salah kepada yang benar. Dari yang artificial kepada yang subtansial. Dan sebagainya.

Berhijrah, dengan demikian, menjadi sebuah pengalaman spiritual yang bisa jadi sangat individual. Sebab, setiap orang, meskipun membaca kitab suci yang sama dan kitab-kitab keagamaan yang sama, ia adalah pribadi yang berproses secara tidak sama dengan pribadi lainnya. Dalam bentuk berbeda, setiap orang mungkin pernah tersandung, terlempar, atau sebaliknya menjadi melesat cepat ke puncak kehidupan. Setiap proses ini adalah pengalaman pribadi yang bisa memperkuat keyakinan seseorang mengapa ia mesti berubah. Berhijrah. Karena ia mengalami. Pengalaman yang menambah keyakinan dari apa yang ia dengar dan baca dari kitab suci.

Hijrah Rasulullah saw. ke Madinah pun sebuah proses yang sarat pengalaman hidup. Nabi berada dalam kesulitan ketika semangat menyebarkan agama kebenaran selalu terbentur dengan kuatnya arogansi kekafiran. Hijrah dengan tujuan mencari suaka ke Habasyah pun dilakukan ketika terdengar berita Raja negeri ini, Najasyi, yang beragama Nasrani, kooperatif dan bersahabat dengan umat Islam. Sekian lama berlalu. Namun Makkah dengan segala kekerasannya masih mengajak Rasulullah kembali. Dengan semangat baru Rasulullah pun kembali ke Makkah, kota yang sangat dicintainya meski selama ini tidak pernah bersahabat dengan ajaran yang dibawanya. Konflik batin kembali terjadi ketika perintah Allah mengharuskan Rasul-Nya berhijrah ke Madinah. Antara kesedihan meninggalkan tanah tumpah darah yang penuh dengan kenangan hidup berpadu dengan harapan berseminya Islam di tanah baru yang penduduknya menanti, mencintai dan mendukung sang Nabi. Tarik-menarik terus terjadi, maka ketika Rasulullah saw. sudah sangat mapan di Madinah, Makkah tetap tidak terlupakan.

Jika Rasulullah saw. saja mengalami konflik batin ketika titah hijrah itu datang, apalagi kita. Itulah tantangan internal yang mesti dilewati takkala cita-cita meraih kehidupan yang bermakna terbersit di hati kita. Namun, sekali tantangan itu terlewati, insya Allah jalan indah menuju kebahagiaan sejati membentang di sana.

Hijrah Harus Menguntungkan

Hijrah memang tak semudah membalik telapak tangan. Mesti ada keberanian merubah orientasi hidup dengan kesadaran penuh. Bukan sekedar peringatan Hari Besar 1 Muharram. Maka, sungguh benar Rasulullah saw. ketika mengingatkan agar dalam berhijrah kita tak hanya berkorban, tetapi sekaligus juga harus beruntung. Caranya? Ketika hendak berhijrah kita tetapkan niat kita: ikhlas karena Allah dan Rasul-Nya. Semua pilihan hidup kita tidak terlepas dari tujuan mencari ridha Allah. Berbuat A, memilih pekerjaan B, menikah dengan C, berpisah dengan D, meninggalkan daerah E, memasuki bidang F, dan sebagainya, semata-mata karena ingin mendapatkan ridha Allah. Dengan cara ini pengorbanan dan kesulitan yang menyertai setiap pilihan tidak lagi kita rasakan sebagai siksaan dan kepedihan. Sebab, ada tujuan yang lebih tinggi dari itu semua. Allah dan Rasul-Nya.

Semoga di bulan Muharram ini niat kita terpancang untuk berhijrah sesuai dengan sabda Nabi, "Sesungguhnya segala perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapai ganjaran sesuai dengan niatnya itu. Barang siapa berhijrah karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya akan berpahala di sisi Allah dan Rasul-Nya. Dan harang siapa herliijrah demi dunu dan keindahannya, maka ia (hanya) akan mendapatkan liasil sesuai dengan yang dituju itu (tidak medapat paliala dari sisi Allahy HRJama’ah dari Umar bin Khattab. • Badnyah Fayumi

Doa Orang-Orang Tercinta

Sunday, July 10th, 2005

Prev6_4 Selagi kecil saya tak pernah mengerti ketika Ibu atau Ayah mendekapku  penuh haru setiap kali usai saya membaca doa untuk mereka, "Ya Allah  ampunilah dosaku, dan dosa kedua orang tuaku. Dan sayangilah mereka  seperti mereka menyayangiku di waktu kecil". Bisa saya saksikan air  mata yang keluar dari being mata kedua orang tua setiap kali selesai  sholat berjamaah saya dan adik-adik membaca doa itu bersama-sama.  Bahkan hingga usia remaja pun saya belum mampu memahaminya.

Baru setelah anak saya berusia dua setengah tahun dan mulai rajin  sholat berjamaah, sesudahnya suara-suara mungil kakak beradik itu pun  mengalirkan kalimat doa yang sama yang pernah membuat orang tua saya begitu terharu. Saya dekap mereka dengan pelukan terhangat, tak  terasa air mata tumpah dengan seulas senyum syukur yang tak  terlukiskan.

Meski belum fasih benar mereka melafazkannya, mendengarkan kalimat  itu meluncur dari mulut mungil anak-anak itu sudah membuat saya  merasa teramat bahagia. Bayangkan, apalagi yang membuat Anda bahagia  sebagai orang tua jika setiap hari aktivitas Anda di luar rumah  senantiasa diiringi doa tulus yang luar biasa dari orang-orang  tercinta, isteri dan anak-anak, "… dan sayangilah mereka seperti  mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil", bisa Anda  bayangkan betapa bahagianya Anda jika setiap doa itu didengar oleh
Allah?

Bisa jadi karena doa itulah hari ini saya tak mengalami kecelakaan di  bis kota. Kekuatan doa itu pula yang menghindarkan saya dari aksi  kejahatan orang-orang tak bertanggungjawab di jalan. Maha Suci Allah  yang menjaga saya berkat doa orang-orang tercinta itu, sehingga saya
mata, mulut, telinga, tangan, kaki dan hati ini pun senantiasa  terjaga dari maksiat. Bukankah karena Allah sayang kepada saya? dan  jika bukan karena doa saya selepas subuh tadi, atau di sepertiga malam tadi, pastilah karena doa isteri dan anak-anak saya sehingga  Allah berkenan menjaga hamba-Nya yang lemah ini.

Adalah kebahagiaan memiliki buah hati, pencerah mata dan pengukir  senyum yang hadir di tengah-tengah sebuah keluarga. Dan adakah  kebahagiaan yang melebihi dari memiliki pencerah mata yang shalih dan  shalihah?

Kini, saya semakin bisa merasai haru dan bangga yang selama ini  selalu menimbulkan pertanyaan di benak saya semenjak kecil. Haru yang  sama, bangga yang sama, gemuruh hati yang sama yang kini bisa saya  rasakan setiap kali mendengar kalimat doa penuh cinta dari mulut  mungil anak-anak saya. Saya yakin, begitu juga Anda. Semoga.

Bayu Gawtama

Teka-Teki Imam Ghazali

Friday, July 8th, 2005

Sesuatu yang baik utk direnungkan…Semoga bermanfaat

Masjid_baiturrahman_2 Suatu hari Imam Ghazali berkumpul dengan anak muridnya dan kemudian Beliau memberikan pertanyaan teka teki.
Imam Ghazali : " Apakah yang paling dekat dengan diri kitadi dunia ini?"

Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT Bahwa setiap yang berjiwa akan merasakan mati(Surat Al-Imran : 165)

Imam Ghazali : " Apakah yang paling jauh dari kita?"

Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling jauh dari kita adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita apapun kendaraan kita, tetap kita tidak dapat kembali ke masa yang sudah lewat.Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok, dan hari-hari yang akan datang  dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama,

Imam Ghazali : " Apakah yang paling besar dalam dunia ini ?"
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Alam semesta
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling besar sekali
adalah HAWA NAFSU (Surat Al Araf 179) Dan sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk Memahami (ayat-ayat Allah SWT), dan merek mempunyai mata (tetapi) tidak untuk melihat (tanda-tandakekuasaan Allah SWT),dan mereka Mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat,  Mereka itu lah orang-orang yang lalai

Imam Ghazali : " Apakah yang paling berat di dunia ini?"
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah
Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH(Surat Al Azab :72) Sesungguhnya kami telah mengemukanan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka mereka enggan untuk memikul amanat itu, dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. " Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh". Yang dimaksud amanah disini adalah amanat tugas agama,. Tumbuhan binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia denga sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT. Sehingga
banyak manusiamasuk neraka karena gagal memegang amanah.

Imam Ghazali : " Apakah yang paling ringan di dunia ini?"
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Imam Ghazali : " Semua jawaban kamu itu benar,
tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita
atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.

Imam Ghazali : " Apa yang paling tajam di dunia ini?"
Murid menjawab serentak : " Pedang.."
Imam Ghazali : Itu benar, tapi yan
paling tajam
sekali di dunia ini
adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah manusia
dengan mudah menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya
sendiri."

Gali Potensi Diri Anda!

Thursday, July 7th, 2005

Dahprofile Hari-hari ini Rina sedang bingung. Gatot, sang suami memintanya berhenti bekerja kantoran karena merasa gajinya kini sebagai seorang General Manager di sebuah perusahaan konstruksi telah mampu menopang ekonomi keluarga. Menurut Gatot, kini saatnya Rina memberikan konsentrasi perhatian bagi keluarga. Gatot tidak sama sekali mematikan bakat Rina, justru ia memberikan banyak pilihan alternative pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa harus jadi pegawai kantoran. Akan tetapi, tetap saja Rina bingung. Ia yang setiap hari menghabiskan waktu bekerja di kantor, tiba-tiba harus “tinggal diam” di rumah. “Wah… saya takut nanti jadi "pengangguran" yang tak punya kegiatan apapun,” ungkap Rina. Bila Anda juga mengalami hal serupa ini, tak perlu khawatir, “tinggal” di rumah ternyata tak kalah asyiknya dengan bekerja di kantor. Segudang aktivitas dan banyak hal baru bisa Anda lakukan.

Apa saja? Simak terus jawabannya di sini.
1. Bisa Punya Usaha Sendiri
Rubi yang berhenti bekerja di sebuah bank karena harus ikut suaminya ke Amerika, pun berbagi cerita. “Di Amerika, saya terbiasa memasak sendiri untuk keluarga. Maka, sepulang dari sana, saya jadi jago masak. Ketika sekolah anak saya membuka tawaran menyediakan makanan untuk para guru dan murid, saya pun mencobanya.” Kini, Rubi pun menekuni usaha catering beromzet Rp 6 juta per minggu. Nah, jika Anda punya kemampuan untuk bekerja di rumah, mengapa tak berani mencobanya? Misalnya, Anda terampil membuat kue, cobalah menawarkannya ke orang-orang terdekat lebih dulu. Coba tawarkan kue ke mantan rekan kerja dulu. Bicara soal resep kue, kini kudapan buatan Anda dijamin bakal lebih istimewa rasanya bila ditambah susu kental manis Milkmaid. Kini, Milkmaid dikemas dalam squeeze bottle (botol pencet) yang makin memudahkan Anda ketika menggunakannya.

2. Jadi Bos Bagi Diri Sendiri
Bila kerja di kantoran, Anda tentu harus tunduk pada aturan atasan. Namun, ketika Anda putuskan bekerja sendiri dari rumah, tentu saja Anda sendiri yang memutuskan kapan mulai bekerja dan kapan beristirahat. Anda tak perlu takut lagi dipelototi si bos, bukan? “Sejak bekerja dari rumah sebagai editor, saya bebas menentukan sendiri waktu kerja saya. Yang penting, urusan deadline terpenuhi. Bahkan, ketika bekerja, saya pun bisa memakai kaos santai atau kadang pakai daster, tak ada yang protes, bukan?” tutur Santi, yang berhenti kerja sebagai wartawan dan memutuskan bekerja di rumah sebagai editor.

3. Bisa Bebas Tekuni Hobi
Ketika bekerja di kantor, waktu pun terasa “berlari” hingga rasanya tak punya waktu untuk menjalankan hobi. Nah, saat memutuskan di rumah saja, mengapa Anda tak mencoba menekuni kembali hobi lama yang selama ini terlupakan? “Saat kerja kantoran, saya tak sempat lagi memelihara tanaman. Kini, ketika tidak lagi bekerja, saya pun bisa punya banyak waktu luang untuk berkebun. Wah… rasanya senang sekali, hidup saya juga terasa lebih bersemangat,” ujar Mira, mantan sekretaris.

4. Bisa Puas Bersama Anak
“Saat lulus kuliah lalu menikah, saya memang sepakat tak mau kerja kantoran karena ingin mengurus sendiri anak-anak kami. Menurut saya, masa anak-anak itu adalah masa-masa emas, saat yang tepat untuk menanamkan fondasi kuat bagi seorang anak. Maka, saya putuskan tak mau bekerja kantoran agar bisa melihat dan mengawasi setiap momen perkembangan yang dilalui anak-anak saya,” urai Devi, yang memutuskan membuka usaha penjahitan di rumahnya.

5. Bisa Lebih Merawat Diri
Coba hitung, ketika Anda masih kerja kantoran, berapa kali dalam sebulan masih punya waktu untuk pergi ke salon atau spa? Atau sempatkah Anda ikut kelas senam? Nah, ketika tak lagi terikat waktu, inilah saatnya bagi Anda untuk lebih merawat diri. Anda bisa ikut kelas senam mulai dari aerobik body language, pilates maupun yoga. Di sini selain berolahraga, Anda juga bisa punya teman baru. Atau seminggu sekali pergi ke salon, jalani berbagai perawatan mulai dari creambath, manicure, pedicure, dsbnya. Dijamin, penampilan Anda bakal lebih fresh, lebih cantik dan tentu saja suami pun jadi lebih cinta!

Busana Muslimah dan Syaratnya

Wednesday, July 6th, 2005

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu,

Bismillaahir rohmaannir rohiim

Muslimahtemp Pakaian wanita muslimah ketika diluar rumah adalah dengan menggunakan JILBAB, yaitu pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuh sejak dari kepala ke kaki; atau menutup sebagian besar tubuh, dan dipakai pada bagian luar sekali, dan yang tampak hanyalah muka dan telapak tangan. Sebab muka dan telapak tangan menurut jumhur fuqaha tidak termasuk aurat, dengan syarat apabila di rasa aman dari fitnah, sebagaimana firman Alloh swt, yang artinya
:
" Wahai Nabi ! katakanlah kepada para istrimu, kepada anak perempuanmu, dan kepada para wanita mu’min : hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka agar mereka lebih mudah dikenal, lalu mereka tidak diganggu. dan Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( QS. Al Ahzab : 59 )

Dengan menggunakan JILBAB ketika berada diluar rumah, insya Alloh kehormatan kita terjaga, dan tidak banyak timbul fitnah, dan merupakan identitas sebagai wanita muslimah ( mukminah ).

Sedangkan syarat syarat jilbab, Syekh Muhammad Nashirudin Albani memerincinya dalam kitab Hijabul Mar’atil Muslimah Fil Kitaabi Was Sunnah, sbb :

  1. Pakaian itu dapat menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
  2. Jenis kainnya harus tebal, yang tidak tembus pandang, sehingga warna kulitnya tidak bisa dilihat dari luar.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’at ra :

    " Pada suatu hari Hafshah binti Abdur Rahman bin Abu Bakar ra datang kerumah
    Aisyah ra, Hafshah memakai kerudung dari bahan tipis melilit dikeningnya. Aisyah mengambil kerudung Hafshah tsb, lalu dirobeknya seraya berkata : " Tidak tahukah firman Allah dalam surah An Nuur ? kemudian diambilnya kerudung ( yang lain ), lalu dipakaikannya kepada kemenakannya itu.

  3. Lapang tidak sempit ( ketat ), sehingga masih bisa menampakkan bentuk tubuh yang menutupinya.

    Sebab pakaian yang sempit atau terlalu ketat, dapat memperlihatkan bentuk tubuh seluruhnya atau sebagiannya, yang pada akhirnya dapat menimbulkan rangsangan dari pihak lain jenis yang memandangnya.

  4. Tidak menyerupai pakaian laki laki
    Banyak hadits yang mengutuk wanita yang menyerupai laki laki dalam berpakaian atau dari segi lainnya ( bergaya, berlagak dsb ).

    Dari Abu Hurairah ra, katanya : " Rasululloh saw mengutuk laki laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki laki". (
    HR. Abu Dawud, Ibnu Majah. Al Hakim dan Ahmad ).

  5. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.

    Rasululloh saw mendorong kepada umatnya agar mempunyai identitas sendiri yang bisa membedakan dengan para ahli kitab, beliau bersabda :

    " Dari Ali bin abi Thalib ra, dari Rasululloh saw sabdanya : Jangan memakai pakaian para pendeta ! Siapa yang berpakaian sama dengan pakaian mereka, atau menyerupai mereka, maka dia bukan golonganku." ( HR Thabrani )

    dan sabdanya lagi :

    Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra ia berkata : " Rasululloh saw pernah melihat dua helai pakaian bergambar burung, maka beliau bersabda : " Sesungguhnya ini pakaian orang orang kafir. Karena itu jangan kamu pakai dia !" ( HR Muslim, Nasa’i, Al Hakim dan Ahmad ) .

  6. Tidak terlalu mencolok, waranya sehingga menarik perhatian orang yang memandangnya.

    Sabda Rasululloh saw :

    " Barangsiapa yang memakai pakaian yang mencolok ( pakaian kebesaran atau
    kemegahan ) maka Alloh akan memakaikan pakaian kehinaan kepadanya pada hari
    kiamat, kemudian dinyalakan api pada pakaian itu."

    Dalam kitab Nailul Authar, Imam Syaukani berkata : " Tiap tiap pakaian yang
    disengaja memakainya untuk menunjukkan kebesaran dan kemasyuran ditengah
    tengah orang banyak, baik pakaian indah untuk menunjukkan kemegahan dan
    kekayaan di dunia, atau pakaian buruk untuk menunjukkan zuhud dan karena
    riya."

  7. Tidak ada hiasan pada pakaian itu sendiri.

    Sebagaimana firman Alloh swt :

    " ……….. janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliyah dulu………" QS. Al Ahzaab : 33

    Wallahu’alam bish showab

    Alhamdu lillaahi robbil’alamiin

    Wassalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuhu.
    ( dari Risalah FIQIH WANITA, Ust. Mahtuf Ahnan Spd & Ny. Maria Ulfa MA )